Foto :Parulian Napitupulu (Bang Ucok) berkaca mata saat mengikuti Muswilub Apkasindo Babel
Bangka, zonamerdeka.com - Petani sawit Kabupaten Bangka, keluhkan intruksi presiden terkait kebijakan tata kelola ekspor sawit. Tentunya kebijakan itu tidak memihak ke masyarakat petani sawit. Hal itu diungkapkan Parulian Napitupulu, petani sawit Bangka, usai mengikuti Muswilub Apkasindo Babel, Jum'at (22/05/2026) di Hotel Sun Jaya Sungailiat.
Menurut Parulian Napitupulu yang akrab disapa Bang Ucok, bahwa dirinya memiliki perkebunan sawit cukup luas dan sudah puluhan tahun mengelola, merasakan terpukul keras sekali dan ambruk. Dengan akan diterapkan intruksi presiden mengenai tata kelola ekspor sawit, "Harga TBS (Tandan Buah Segar) terjun bebas, sementara harga pupuk mahal. Jadi tidak ada keuntungan sama sekali dari sawit, " jelasnya.
Bang Ucok mantan Ketua DPRD Bangka dua periode ini, menambahkan bahwa seharusnya perlu ada peninjauan kembali, terkait kebijakan tata kelola ekspor sawit. Disisi lain, seyogyanya jangan disamakan tata kelola pertambangan dengan tata kelola ekspor sawit. Pasalnya jelas berbeda. Mungkin kalau pertambangan seperti nekel, batubara dan sejenisnya, tidak akan membusuk, walaupun menunggu lama, "Namun buah sawit, tentunya akan membusuk dalam hitungan hari. Karena tidak mungkin Pabrik Kelapa Sawit (PKS) menahan pembelian menunggu aturan teknis ekspor. Persoalan inilah membuat petani sawit daerah ini menjerit, " terangnya.
Untuk itu lanjut Bang Ucok, dirinya berharap agar, ketua terpilih bersama kepengurusan baru Apkasindo (Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia) Bangka Belitung, harus segera memperjuangkan nasib para petani sawit daerah ini, "Kebijakan presiden mungkin baik, tapi juga harus mempertimbangkan dampak ikutannya. Yaitu jangan sampai nasib petani sawit jadi pailit, " harapnya. (heru)