ACEH SINGKIL, Zonamerdeka.com -- Wacana satu Daerah Pemilihan (Dapil) DPR Aceh untuk wilayah Kabupaten Aceh Singkil dan Kota Subulussalam menjadi satu bisa dapat terwujud, jika kita bisa sepakat dan sekata.
Forum Independen Peduli Aceh Singkil [FIP-AS] tak hanya menuntut, akan tetapi membongkar "kunci lobi" agar usulan itu lolos di KPU RI.
Diskusi publik itu digelar FIP-AS di Cafe Maktuan Kopi, Lae Butar, Gunung Meriah, Jumat 22 Mei 2026. Hasilnya mengejutkan: penguatan dapil ternyata "tidak sulit" asal tahu pintunya.
*PKPU 6/2022 Jadi Pintu Masuk*
Narasumber Zakirun Pohan, S.Ag., M.M., mantan Ketua KIP Aceh Singkil, membuka kartu. Kuncinya ada di dokumen bioteknis.
“Inti diskusinya jelas: kawal penyatuan dapil lewat laporan uji publik sesuai PKPU Nomor 6 Tahun 2022 Pasal 18 Ayat 1. Dokumen inilah yang naik ke KPU RI lewat pintu KPU Provinsi,” tegas Zakirun.
Pengalamannya bicara, pada saat menjadi penyelenggara, ia pernah memindahkan dapil karena kesamaan bahasa dan budaya.
Apalagi Suku dan budaya kita antara Aceh Singkil–Subulussalam sama, Ini modal kita utama,” katanya.
UU Pemilu No 7/2017 Pasal 185 & 189 jadi tameng hukum. Dapil wajib memperhatikan keutuhan wilayah, geografis, sejarah, adat. Satu dapil ideal menimal 3 kursi, dan maksimal 12 kursi.
*Data Penduduk Sudah Cukup*
Zakirun merinci data Dukcapil DAK II: Aceh Singkil 140 ribu jiwa lebih, Subulussalam 109 ribu jiwa. Totalnya sudah memenuhi syarat dasar perhitungan kursi.
*Rekomendasi + Audiensi Jalan Bareng*
Diskusi digagas oleh Budi Hendrawan dan Maksum Malau selaku Pembina FIP-AS. Wajir Antoro dipercaya jadi Ketua Panitia.
Budi memastikan hasil diskusi dirangkum jadi rekomendasi resmi ke KIP Aceh Singkil. FIP-AS juga akan dorong KIP Singkil dan Subulussalam menggelar uji publik.
“Mengurus ini tidak sulit jika kita sepakat dan sekata. Selama ini Aceh Singkil belum pernah duduk di DPR Aceh. Semoga nanti rekomendasi satu dapil ini jadi kenyataan,” ujar Budi.
Turut hadir Ketua DPC PDI-P Taufik, Ketua PPP Ustadz Tarmizi, Mantan Ketua DPRK Putra Ariyanto, Tokoh Masyarakat,H. Wahidin, Yakarim Munir, Rifai Manik Ketua LBH STAI SAR, Yuli Hardin, Lesdin Tumangger dan Frida Siska Sihombing, mantan Anggota DPRK Aceh Singkil, para akademisi, aktivis, dan Keuchik Lae Butar, Zulkarnain Bancin. (Sakdam Husen)