Bangka, zonamerdeka.com - Kehidupan masyarakat saat ini dalam pusaran tidak mengenakan. Harga BBM naik, antrian panjang di SPBU dan semua harga kebutuhan lain ikut naik juga. Untuk itu pemerintah daerah diminta segera mencari solusi guna mengatasi persoalan tersebut. Hal itu diungkapkan Parulian Napitupulu, mantan Ketua DPRD Bangka dua periode, ketika ditemui, Selasa (14/07/2026).
Dijelaskan dampak yang terlihat antrian panjang di seluruh SPBU yang ada didaerah ini, membuat arus lalu lintas terganggu, masyarakat pun mengeluh. Kemudian dengan naiknya harga BBM, otomatis semua kebutuhan pokok hidup juga naik. Sementara pendapatan masyarakat rata-rata kebanyakan pas-pasan. Seharusnya pemerintah berfikir dengan jernih, jeli dan kalau memang tidak mampu mengatur pemberian subsidi, seyogyanya kebijakan harga kebutuhan dikontrol, diatur dengan benar, "Jadi sangat wajar kalau kondisi sekarang ini, masyarakat menjerit. Karena kebijakan-kebijakan yang dibuat di pusat tidak sehat dan nyampai kedaerah pun jadinya tidak sehat," jelas Parulian Napitupulu.
Ia menambahkan bahwa pemerintah daerah harus cerdas menyikapi persoalan tersebut. Tentunya muncul pertanyaan apakah pemasukan yang kurang untuk daerah, atau peruntukannya tidak jelas? Seperti selisih harga sampai Rp.6000; per liternya antara Pertamax ke Pertalite. Kemudian kita bisa lihat setiap harinya pemandangan di SPBU, antrian panjang dan mengganggu arus lalu lintas jalan, "Apalagi akan ada pengeterapan baru, yang kendaraannya tidak lunas pajak, tidak bisa beli BBM di SPBU. Janganlah masyarakat ditekan dikejar masalah pajak. Seharusnya mengejar penguasa penguasa yang menggelapkan pajak dari masyarakat, " sindir Parulian Napitupulu. (heru)