![]() |
| Wakil Ketua Komisi XII DPR Bambang Haryadi menyampaikan imbauan pengawasan masyarakat terhadap penyelewengan BBM subsidi. |
zonamerdeka.com - Partai Gerindra menyiapkan hadiah sebesar Rp10 juta bagi masyarakat yang memberikan informasi terkait penyelewengan bahan bakar minyak (BBM) subsidi.
Langkah tersebut dilakukan untuk mendorong keterlibatan masyarakat dalam mengawasi distribusi BBM subsidi agar tepat sasaran.
Ketua DPP Partai Gerindra Bambang Haryadi mengatakan hadiah tersebut diberikan kepada masyarakat yang melaporkan penyelewengan BBM subsidi, khususnya solar.
Menurut Bambang, laporan harus disertai bukti berupa rekaman aktivitas yang diduga sebagai bentuk penyalahgunaan BBM bersubsidi.
“Partai Gerindra menyiapkan Rp10 juta bagi siapa pun masyarakat yang memberikan informasi mengenai penyelewengan BBM subsidi khususnya solar,” kata Bambang.
Ia menjelaskan masyarakat dapat merekam aktivitas mencurigakan yang berkaitan dengan penyaluran BBM subsidi.
Bukti rekaman tersebut kemudian dapat diserahkan kepada pengurus Gerindra di berbagai tingkatan daerah.
Laporan dapat disampaikan melalui pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) maupun anggota fraksi Gerindra di tingkat kabupaten atau kota.
Bambang yang juga menjabat sebagai Sekretaris Fraksi Gerindra DPR menyebut pengawasan publik penting untuk mencegah penyalahgunaan subsidi energi.
Menurutnya, masyarakat tidak perlu takut melaporkan dugaan penyelewengan yang terjadi di lapangan.
Ia juga menyinggung kemungkinan adanya kerja sama antara oknum tertentu dengan pihak SPBU yang melakukan praktik tidak sesuai aturan.
Selain itu, terdapat kemungkinan keterlibatan pihak penadah yang membeli BBM subsidi untuk dijual kembali.
Praktik tersebut dinilai merugikan masyarakat yang seharusnya menerima manfaat dari BBM bersubsidi.
Bambang menegaskan bahwa BBM subsidi diperuntukkan bagi kelompok tertentu yang membutuhkan dukungan energi dari pemerintah.
Kelompok tersebut antara lain angkutan umum, petani, serta nelayan yang menggantungkan aktivitasnya pada ketersediaan bahan bakar.
Jika terjadi penyelewengan, maka distribusi BBM subsidi dapat menjadi tidak tepat sasaran.
Bambang juga mengungkap sejumlah modus yang diduga digunakan dalam praktik penyelewengan BBM subsidi.
Salah satunya adalah pemindahan BBM dari tangki SPBU ke tempat lain menggunakan kendaraan tertentu pada malam hari.
Menurutnya, praktik tersebut kerap dilakukan untuk menghindari pengawasan publik.
Ia menyebut masyarakat dapat memperhatikan aktivitas mencurigakan di sekitar SPBU, terutama pada malam hari.
Bambang menambahkan ada dugaan beberapa pihak memanfaatkan selisih harga antara BBM subsidi dengan BBM industri untuk mendapatkan keuntungan.
Selisih harga tersebut membuat BBM subsidi rawan disalahgunakan oleh oknum tertentu.
Gerindra berharap keterlibatan masyarakat dapat membantu mengungkap praktik penyelewengan BBM subsidi.
Dengan pengawasan bersama, distribusi energi bersubsidi diharapkan benar-benar sampai kepada masyarakat yang berhak. *** (ton)