![]() |
| Penampakan Land Rover Defender 110 berpelat KT 1 yang kini resmi menjadi kendaraan operasional Gubernur Kalimantan Timur. |
zonamerdeka.com - Penampilan mobil dinas baru Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, mendadak menjadi pusat perhatian publik setelah terekam kamera menggunakan pelat nomor KT 1.
Kendaraan mewah yang dipilih untuk mendukung mobilitas orang nomor satu di Kaltim tersebut adalah Land Rover Defender 110 varian 3.0 X-Dynamic SE.
SUV asal Inggris ini tampil gagah dengan balutan warna Santorini Black yang elegan namun tetap memberikan kesan tangguh di berbagai medan.
Sorotan publik semakin tajam menyusul kabar alokasi anggaran pengadaan kendaraan dinas Pemerintah Provinsi Kaltim yang mencapai angka Rp8,5 miliar dalam APBD 2025.
Spesifikasi Gahar Sang Penakluk Medan
Secara teknis, Land Rover Defender 110 yang digunakan Gubernur Rudy Mas'ud dibekali dengan jantung mekanis yang sangat bertenaga untuk ukuran SUV.
Mobil ini mengusung mesin 2.996 cc 6-silinder segaris yang sudah dilengkapi dengan teknologi canggih mild hybrid (MHEV).
Mesin tersebut mampu memuntahkan tenaga buas hingga 434 HP dengan torsi puncak mencapai 620 Nm melalui transmisi otomatis 8-percepatan.
Teknologi mild hybrid yang disematkan tidak hanya menambah dorongan tenaga saat akselerasi awal, tetapi juga diklaim membantu efisiensi konsumsi bahan bakar.
Untuk kemampuan melibas medan sulit, unit ini dibekali sistem penggerak AWD, fitur Terrain Response 2, hingga Wade Sensing untuk melewati genangan air.
Menariknya, mobil dinas ini juga dilengkapi aksesori Side Mounted Gear Carrier yang biasanya digunakan untuk membawa perlengkapan tambahan saat perjalanan jauh.
Menjawab Polemik Anggaran Rp8,5 Miliar
Terkait anggaran Rp8,5 miliar yang ramai dibicarakan, terdapat klasifikasi bahwa nilai tersebut merupakan pagu untuk pengadaan kendaraan dinas secara keseluruhan.
Harga satu unit Defender 110 3.0 X-Dynamic SE di pasar Indonesia sendiri diperkirakan berada di kisaran Rp3,3 miliar hingga Rp3,4 miliar (off the road).
Pihak Pemprov Kaltim menegaskan bahwa pemilihan kendaraan premium ini telah mempertimbangkan kondisi geografis wilayah Kalimantan yang didominasi jalan tanah dan area pertambangan.
Apalagi sebagai provinsi penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN), mobilitas gubernur kini semakin tinggi untuk mengunjungi daerah-daerah pedalaman dan menerima tamu internasional.
Rudy Mas’ud menjelaskan bahwa kendaraan dengan pagu tinggi tersebut diposisikan untuk mobilitas operasional yang membutuhkan standar keamanan dan kenyamanan tingkat tinggi.
Sementara Defender 110 dipilih secara khusus untuk memastikan gubernur dapat menjangkau seluruh pelosok Kaltim yang memiliki karakter medan berat tanpa kendala berarti.
Simbol Kesiapan Daerah Penyangga IKN
Di tengah pembangunan besar-besaran kawasan IKN, kendaraan dinas dinilai bukan sekadar alat transportasi, melainkan juga simbol kesiapan dan wibawa daerah.
Representasi daerah dalam agenda protokoler dan diplomasi investasi dianggap memerlukan kendaraan yang memiliki standar keamanan serta performa mumpuni.
Meski memicu diskusi mengenai efisiensi anggaran, penggunaan SUV kelas dunia ini dianggap relevan secara teknis dengan kebutuhan lapangan di Kalimantan Timur.
Polemik ini diharapkan menjadi pintu masuk bagi transparansi anggaran pemerintah yang lebih baik di mata publik Kalimantan Timur.
Hingga saat ini, penggunaan unit Defender tersebut dipandang sebagai langkah penyesuaian terhadap tantangan geografis yang nyata di wilayah tersebut.
Keseimbangan antara kebutuhan operasional kepala daerah dan efisiensi pembangunan daerah tetap menjadi poin utama yang terus dipantau oleh masyarakat luas. (ton)