Notification

×

Iklan

Iklan

Bank Tegaskan KUR di Bawah Rp100 Juta Tanpa Agunan, Ini Respons Soal Subsidi Bunga

23 February 2026 | 5:26 AM WIB | Last Updated 2026-02-22T22:26:12Z

 

Bank Tegaskan KUR di Bawah Rp100 Juta Tanpa Agunan, Ini Respons Soal Subsidi Bunga

zonamerdeka.com - Sejumlah bank menegaskan agunan bukan syarat utama untuk memperoleh Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Kebijakan ini khususnya berlaku bagi pinjaman dengan nilai di bawah Rp100 juta.

Penegasan tersebut merespons pernyataan Menteri Koperasi dan UKM.

Maman Abdurrahman menyatakan subsidi bunga tidak dibayarkan jika bank masih mensyaratkan agunan.

Peringatan itu disampaikan dalam rapat kerja bersama Komisi VII DPR RI.

Ia menegaskan sanksi akan menjadi tanggung jawab masing-masing bank penyalur.

Corporate Secretary PT Bank Mandiri Tbk, M. Ashidiq Iswara, menyebut penilaian kredit tidak semata berdasar agunan.

Bank Mandiri mengutamakan kemampuan usaha dan prospek bisnis debitur.

Menurutnya, produktivitas dan keberlanjutan usaha menjadi tolok ukur utama.

Sepanjang Januari hingga Maret 2025, Bank Mandiri menyalurkan KUR Rp12,83 triliun.

Penyaluran tersebut diberikan kepada lebih dari 110.807 debitur di seluruh Indonesia.

Capaian itu setara 33,34 persen dari target KUR 2025 sebesar Rp38,5 triliun.

Sejak 2008 hingga Maret 2025, total penyaluran KUR Bank Mandiri mencapai Rp275,24 triliun.

Jumlah penerima tercatat sebanyak 3,34 juta debitur.

Bank Mandiri tidak merinci rasio kredit macet KUR.

Namun kualitas penyaluran disebut tetap dijaga dengan rasio NPL rendah.

BPD DIY Ikuti Kebijakan Pemerintah

Direktur Pemasaran dan Usaha Syariah BPD DIY, Agus Trimurjanto, menyatakan pihaknya mengikuti kebijakan pemerintah.

BPD DIY tidak mensyaratkan agunan untuk KUR di bawah Rp100 juta.

Menurut Agus, agunan hanya berfungsi sebagai pengikat kepercayaan dana masyarakat.

Penilaian kredit tetap didasarkan pada kelayakan usaha debitur.

Kebijakan agunan disebut dipengaruhi tingkat risiko masing-masing debitur.

Nilai jaminan disesuaikan dengan mitigasi risiko yang dilakukan bank.

Agus mengakui tanpa jaminan, penyaluran KUR menjadi lebih menantang.

Terutama jika debitur tergolong berisiko tinggi meski ada skema asuransi penjaminan.

BPD DIY menyalurkan KUR Rp393 miliar sepanjang Januari hingga April 2025.

Target total penyaluran tahun ini sebesar Rp1,2 triliun.

Dari jumlah tersebut, Rp153 miliar merupakan KUR di bawah Rp100 juta.

Sementara Rp240 miliar disalurkan untuk plafon di atas Rp100 juta.

Penyaluran KUR di atas Rp100 juta masih mendominasi.

Namun kebutuhan pembiayaan UMKM skala kecil dinilai cukup besar. ***

 (ton)