Aceh Singkil

JEMPOL BISA JERAT HUKUM, PDPM ACEH SINGKIL BEKALI SISWA ETIKA BERMEDSOS

Oleh admin6/07/2026 01:07:00 PM

 



ACEH SINGKIL, Zonamerdeka.com -- Satu klik bisa berujung penjara. Itu pesan keras PDPM Aceh Singkil ke ratusan pelajar di Law Education For Students, Sabtu 6 Juni 2026 di Komplek Muhammadiyah Tulaan, Gunung Meriah.


Kegiatan ini diikuti siswa-siswi MTs, MA, dan SMA Muhammadiyah Gunung Meriah. Tujuannya satu: cegah Anak Berhadapan Hukum (ABH) gara-gara medsos.


Ketua PDPM Aceh Singkil Heriski Kurniawan, SE, buka-bukaan. Medsos itu seperti pisau bermata dua.


“Media sosial bisa jadi berkah, bisa jadi bencana. Tergantung jempol kita. Jangan sampai bullying, hoaks, komentar tak pantas, atau konten asusila justru menjerat kita ke kasus hukum,” tegasnya.


Dilain Sisi, Pemateri Muhammad Rifa’i Manik, SH., M.H., Advokat Spesialis Perkara Anak, membongkar data lapangan. Bahwa kasus ABH di Aceh Singkil makin marak.


“Sebagian besar anak yang terjerat bukan penjahat. Mereka korban lingkungan, minim pengawasan, dan rendah literasi hukum. Iseng share hoaks, komen ngawur, upload konten tak senonoh, ujungnya berurusan dengan hukum.” jelas Rifa’i.


Ketua Panitia Wajir Antoro, S.Pd., berharap kegiatan ini lahirkan generasi cerdas, kritis, tapi tetap bertanggung jawab.


“Mencegah jauh lebih baik daripada beresin masalah di kantor polisi. Dibutuhkan sinergi keluarga, sekolah, masyarakat, pemerintah, dan pemuda,” pungkas Rifa’i.


PDPM Aceh Singkil komitmen terus bikin program edukatif. Targetnya jelas: lahirkan generasi berintegritas yang siap hadapi tantangan zaman digital.

Baca Juga: Aceh Singkil