Notification

×

Iklan

Iklan

Warga Kenjeran Meninggal Saat Antri di Ruang ICU, Begini Penjelasan RSUD dr Soewandhie

02 Juni 2023


 


Surabaya, zonamerdeka.com - Sebelumnya diberitakan bahwa terdapat seorang ibu yang meninggal saat antre ruang ICU di RSUD dr Soewandhie. Terkait hal tersebut, Direktur Rumah Sakit Soewandhie, dr. Billy Daniel Messakh mengatakan bahwa,  pihak keluarga tidak mau merujuk ke Rumah Sakit lain.


"Kronologisnya, tanggal 27 Mei dia diterima di IGD Soewandhie. Pas dia datang ke kamar kita sudah penuh. Karena penuh kami tawarkan rujuk ke RS lain, tapi keluarga menolak," kata dr Billy, Jumat (2/6/2023), saat dihubungi awak media.


Dr Billy mengatakan bahwa sesuai aturan SOP Rumah Sakit jika pihaknya menawarkan rujukan tetapi ditolak. Ia pun mengatakan sudah ada tanda tangan penolakan dari pihak keluarga pasien yang meninggal, Asiasi (53) warga Tanah Kali Kedinding, Kenjeran.


"Sudah (pihak keluarga) ada tanda tangannya mulai IGD sampai ICU menolak rujuk. Standar (SOP) kalau ruangan penuh harus rujuk RS lain, mereka menolak," jelasnya.


Kata dia, pihaknya ketika melakukan tawaran rujuk langsung ada pilihan ke RS Soetomo atau RS Unair. "Selain itu juga sda rujukan terbuka, kepadanya RS jadi kemanapun bisa diterima," tuturnya.


Dalam kronologi awal, lanjut dr Billy, saat itu pihak RS Soewandhie menerima di IGG. Tetapi saat datang kamar rumah sakit sudah penuh.


"Karena penuh, kami tawarkan rujuk keluarga menolak. Saat itu kondisi (pasien) sudah naik turun. Diperiksa dokter pasien ada gangguan paru-paru," jelasnya.


Saat kondisi mulai menurun, RS Soewandhie menawarkan masuk ruang ICU, namun penuh. Akhirnya, pihaknya menawarkan rujuk Rumah Sakit lain.


"Tanggal 31 Mei dia masuk ICU inden pertama. Tapi karena kondisi, kita selalu tetap tawarkan, dia mau udah ada tempat di dalam. Tapi saat dia menurun dan dokter bilang kondisi meninggal di ruang teratai," imbuhnya.


Lebih lanjut dr Billy menambahkan, pihak keluarga pasien tidak beritahu alasan mereka tidak mau merujuk pasien ibunya ke Rumah sakit lain.


"Tapi kita punya beberapa temuan kalau masuk ICU di tempat lain pasti nambah pengeluaran minimal, bahan habis pakai ortunya misal pampers alat mandi kalau di Soewandhie, semua ditanggung Pemkot," pungkasnya. (Sub-1)





ikuti zonamerdeka.com di Google News

klik disini


close