Gunungsitoli, zonamerdeka.com - Dua orang wartawan diduga dilarang dan diusir saat melakukan liputan di Kantor Desa Fowa, Kecamatan Gunungsitoli Idanoi, Kota Gunungsitoli, Sumatera Utara. Jumat (12/08/2022) sekira Pukul 11.30 Wib.
Pengusiran wartawan itu viral di beberapa media online dengan judul "EG Pj Kades Fowa Larang dan Mengusir Wartawan Meliput di Kantor Desa Fowa, "dikutip dari Laskar Media.com. Senin (15/08/2022).
Diketahui, Kedua wartawan yang diusir itu bernama Agustinus Zebua (Laskarmedia.com) dan Sabar Halawa (Deliknews.com).
Atas pemberitaan tersebut, Pj Kepala Desa Foa, Elriansyah Gulo saat dikonfirmasi awak media Zonamerdeka.com melalui Via Whatsapp mengatakan bahwa itu tidak benar.
"Berita ini tidak benar. Dimana pemberitaan ini merugikan pribadi saya dan pemerintah desa," tulisnya.
Lebih lanjut, Elriansyah tak bisa menjelaskan secara detail apa yang merasa dirugikan dalam pribadinya dan juga pihak pemerintah desa. "Secara resmi akan saya sampaikan," Singkat Pj Kades Fowa Elriansyah
Ditempat terpisah, Agustinus Zebua (Laskarmedia.com) menjelaskan bahwa ianya bersama temannya bermaksud melakukan peliputan kepada pemerintah Desa Fowa terkait adanya beberapa informasi yang didapatkan dari pihak masyarakat setempat.
Informasi tersebut tentang perangkat desa yang double job dan masalah BUMDes TA 2020-2021 sebesar Rp.50 juta yang belum bisa dipertanggung jawabkan (SPJ).
Selain itu, adanya keluhan warga atas tindakan pemerintah desa yang belum menempati janjinya pada sertifikat tanahnya belum dipisahkan dari yang sudah di hibahkan ke pemerintah desa untuk pembangunan TPI. Dimana, bangunan tersebut telah selesai, namun janji pemerintah desa Fowa belum menempati.
"Sebelumnya Pj Kepala Fowa bernama Elriansyah Gulo telah dihubungi melalui via telepon seluler, namun tidak ada respon sehingga kami mendatangi kantor desanya untuk melakukan konfirmasi, "Ucap Agus kepada Zonamerdaka.com.
Diterangkannya bahwa kedatangan mereka telah meminta izin kepada sekertaris desa setempat bersama perangkatnya dan dipersilahkan masuk dalam ruangan kantor desa serta memberikan waktu untuk konfirmasi.
Tak berselang waktu sesudah dipersilahkan untuk duduk, sekdes menelpon Pj Kades tetapi tidak bisa datang karena ada acara
mau melayat bersama camat maka sekdes melayani kami untuk melakukan konfirmasi.
Usai memperkenalkan diri dan dari media mana sehingga kita melakukan konfirmasi terkait perangkat desa double job tetapi tiba-tiba Pj kades datang dengan muka seram menghampiri kami dan langsung melontarkan kata-kata bernada keras.
"Siapa kalian?, kok main interogasi perangkat desa saya. Kalau ada yang mau ditanyakan harus ada izin dari saya, biarkanlah mereka bekerja. Tunjukan mana surat tugas dan KTA-nya, "tutur Agustinus dengan menirukan ucap Pj kades.
Kata Agus, dengan adanya permintaan Pj kades pihaknya langsung menunjukan KTA dan surat tugas. Namun, Pj kades meminta surat tugas untuk meliput khusus di Desa Fowa.
Saat itu kami bertanya kepada Pj kades. Dari mana kami minta itu pak?. Tapi Jawab Pj kades, siapa
redaksi kalian, disanalah ambil, sambil menyuruh perangkatnya untuk mengvideokan kami.
"Videokan orang ini kita tidak kenal orang ini siapa, main geruduk-geruduk saja dengan nada tegas kepada perangkatnya, "Pungkas Agus.
Sedangkan, Sabar Halawa media online Deliknews.com juga menuturkan bahwa dengan adanya intimidasi saat itu ianya berdiri untuk mengambil dokumentasi berupa video tetapi Pj langsung menghadang dengan kata kata tak sopan.
"Jangan kau videokan ! silahkan kalian keluar, "Ujar sabar sambil dengan menirukan kata Pj kades.
Diterangkannya, kami sudah beberapa kali menunjukkan KTA namun Pj selalu bersikukuh harus ada surat tugas khusus, baru bisa meliput di desa Fowa dan kalau tidak ada disuruh keluar.
"Terpaksa kami keluar meninggalkan kantor Desa Fowa dengan diikuti oleh Pj kades dan sejumlah perangkat desa dengan beberapa melontarkan kata-kata sambil mereka videokan, "Bebernya Sabar. (YL)