Fakfak

Momentum Pentakosta Memiliki Makna Fundamental Atas Kehidupan Orang Percaya Termasuk Generasi Muda Kristen Dewasa Ini

Oleh adminSunday, June 05, 2022

 






Fakfak Papua Barat  -  Pdt. Bayanangky Alexander Lewier, M. Th Ketua Majelis Jemaat (KMJ) GPI Ebenhaezer Fakfak saat di konfirmasi Wartawan melalui Via Whatsapp Minggu siang (5/6/2022)pukul 13.36 Wit mengatakan.


Saudaraku yang dikasihi Tuhan Yesus Kristus,Pentakosta adalah hari ke 50 pasca kebangkitan Yesus Kristus dari antara orang mati atau 10 hari sesudah kenaikan Yeus ke Sorga.Ujar Pdt.Bayanangky Alexander Lewier,M.Th selaku Ketua Majelis Jemaat (KMJ) GPI Ebenhaezer Fakfak Pentakosta juga menjadi starting point berdirinya Gereja Tuhan di muka bumi ini. 


Momentum Pentakosta memiliki makna fundamental atas kehidupan orang percaya termasuk generasi muda Kristen dewasa ini.  Secara Alkitabiah, Pentakosta memiliki tiga arti penting yaitu, Pertama, hari Pentakosta dirayakan sebagai hari Raya Panen, yang mengingatkan bahwa Allah telah memberikan berkat yang berlimpah kepada umat-Nya, sebagai bukti pemeliharaanNya; Kedua, hari Pentakosta adalah hari turunnya Taurat, hari yang diperingati untuk mengenang bahwa hukum Tuhan diberikan Allah kepada umatNya. Itulah pengertian dari konteks PL dan dalam konteks PB; Ketiga, hari Pentakosta, adalah hari pencurahan Roh Kudus. Sesuai janji Tuhan Yesus kepada para muridNya “ Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang penolong yang lain. Supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya “, Yoh 14:16. Semua arti tersebut diatas menyatakan satu prinsip teologis yg sama, yaitu pencurahan atau pemberian berkat2 Allah yg jasmaniah dan rohaniah dalam life umatNya. 


Jadi yang terpenting diketahui ialah bahwa peristiwa historis tentang PENTAKOSTA atau pencurahan ROH KUDUS benar-benar terjadi dalam sejarah life dunia.  Bahwa ROH TUHAN itu dicurahkan ke atas semua manusia, sehingga kita harus mengakui bahwa ROH itu bukanlah milik manusia tetapi milik Tuhan dan dicurahkan menurut perkenaanNya. Roh itu memberi pembaruan hidup bagi manusia, atau dalam konteks hari PENTAKOSTA “para murid mengalami pembaruan hidup yang sangat dahsyat,…selain mereka dapat berkata-kata dalam berbagai bahasa mereka juga ditugaskan Tuhan sebagai rasul untuk meneruskan Misio Dei/misi Allah memberitakan Injil kebenaran Yesus Kristus”.

Kepercayaan yang diterima oleh para murid dalam peristiwa PENTAKOSTA adalah untuk berbicara atas nama Tuhan. Dengan kata lain Roh Tuhan yang dicurahkan itu akan memberdayakan para murid untuk menjadi pembicara2 atas nama Tuhan. 


Dan tugas mereka yang berbicara atas nama Tuhan ialah menghadirkan shalom Allah dalam life dunia ini dengan cara memerangi praktek2 ketidakadilan, penindasan, pembunuhan karakter dan pelanggaran Ham Ham yang tidak terkendali.


Memberantas kemiskinan, dan mengangkat harkat dan martabat manusia atau dengan kata lain kewajiban para utusan Allah/orang-orang pilihan Allah untuk menghadirkan pemulihan dalam life dunia ini.


Jadi para utusan Allah harus dapat memberi kebebasan dan menjamin keberlangsungan hidup seluruh manusia.Pada intinya, pekerjaan besar yg harus dilakukan oleh para utusan Allah ialah supaya perbuatan keselamatan Allah menjadi nyata dan dialami oleh dunia. 


Peristiwa Pentakosta merupakan cara Allah mengekspresikan kemahakuasaanNya… Bahwa tidak ada kekuatan dan kuasa manapun di bumi ini yg dapat menandingi kekuatan kuasa ALLAH… Allah memiliki hak bebas untuk melakukan segala perkara dalam dunia ciptaanNYA, termasuk bebas memilih dan menetapkan orang-orang pilihanNya untuk meneruskan misiNya di tengah dunia. Pentakosta memiliki nilai dan arti yang sangat hakiki dan strategis…. sekaligus mengingatkan kita akan peran Roh Kudus dalam diri orang percaya untuk menjadi saksi Kristus.


Peringatan Pentakosta harus menghadirkan spirit baru agar generasi muda gereja berani menyuarakan suara profetisnya untuk memerangi praktek-praktek pelanggaran dalam life dunia ini. Generasi muda gereja wajib sadar bahwa kehidupan mereka adalah hasil karya Roh Kudus, karena itu Roh Kudus akan memberi kesanggupan untuk memainkan peran-peran positif menuju pembaruan hidup yang lebih berkenaan kepada Allah. Generasi muda Kristen harus menjadi orang-orang yang mengalami dinamika Roh Kudus dalam hatinya dan terus digelisahkan agar berhenti berbuat dosa dan menjadi orang baik, sehingga mereka tetap hidup dalam pengharapan yang benar kepada Allah, Amin.(Amatus Rahakbauw)

Baca Juga: Fakfak