ACEH SINGKIL, Zonamerdeka.com – Niat baik berujung maut. Kepala Desa Lae Balno, Munawwir Tumangger, tewas setelah diduga dijebak dalam pertemuan yang disebut sebagai upaya damai, namun berakhir dengan serangan brutal oleh sekelompok orang.
Munawwir (55) tahun merupakan pensiunan TNI, mengembuskan napas terakhir pada 24 Februari 2026 usai menjalani perawatan intensif di RS Martha Friska akibat luka berat yang dideritanya.
Peristiwa penganiayaan itu terjadi pada Senin, 8 Desember 2025, di Desa Saragih, Kecamatan Manduamas, Kabupaten Tapanuli Tengah. Saat itu, korban datang bersama rombongan untuk memenuhi undangan penyelesaian konflik secara damai.
Namun, pertemuan tersebut diduga hanya kedok. Setibanya di lokasi sekitar pukul 18.20 WIB, korban dan rombongan langsung disergap dan dikeroyok secara brutal.
Akibat serangan itu, Munawwir mengalami luka robek parah di kepala hingga harus menjalani 17 jahitan, serta luka bacok di bagian punggung yang kemudian berujung pada kematiannya.
Selain itu, tiga orang lainnya turut menjadi korban dalam insiden tersebut. Sufriadi Suppet Tumangger (50) mengalami luka berat di kepala hingga harus dirawat di RS Columbia Asia. Sementara Ponisan Berasa (45) dan Jento Tumangger (35) mengalami luka memar.
Kasus ini bermula dari dugaan pencurian ternak sejak Mei 2025. Korban mencurigai dua ekor sapi miliknya dicuri oleh Lemister Berutu dan sejumlah pihak lainnya.
Dugaan tersebut menguat setelah salah satu terduga pelaku kedapatan menjual daging sapi di Desa Saragih pada Juli 2025.
Upaya damai sempat dilakukan, namun gagal. Perkara ini kemudian dilaporkan ke Polres Aceh Singkil.
Perwakilan keluarga korban, Hambalisyah Sinaga, menilai peristiwa ini bukan kekerasan biasa, melainkan aksi yang diduga telah direncanakan.
“Korban datang untuk berdamai, tetapi justru diserang secara brutal. Kami menduga kuat ada unsur dugaan pembunuhan berencana,” tegas nya.
Pihak keluarga mendesak aparat penegak hukum bertindak tegas tanpa kompromi. Mereka juga meminta tiga orang terduga pelaku yang telah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) segera ditangkap.
“Kami tidak ingin kasus ini berlarut. Semua pelaku harus segera ditangkap dan dihukum seberat-beratnya,” ujar Hambalisyah.
Kematian Munawwir tidak hanya menjadi kehilangan bagi keluarga, tetapi juga meninggalkan luka mendalam bagi masyarakat Desa Lae Balno.
"Keluarga menegaskan akan terus mengawal proses hukum hingga keadilan benar-benar dapat ditegakkan. (Sakdam Husen)