zonamerdeka.com - Gempa bumi berkekuatan magnitudo 2,3 mengguncang wilayah tenggara Kendari, Sulawesi Tenggara, pada Senin malam, 13 April 2026. Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 22.39 WIB.
Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa tersebut memiliki kedalaman 5 kilometer. Kedalaman ini tergolong dangkal sehingga berpotensi lebih terasa di permukaan.
Lokasi gempa tercatat berada pada koordinat 4,12 Lintang Selatan dan 122,61 Bujur Timur. Titik tersebut berada sekitar 20 kilometer tenggara dari Kota Kendari.
Meski berkekuatan kecil, gempa ini dilaporkan sempat dirasakan oleh masyarakat. Getaran dirasakan di wilayah Konawe Selatan dengan skala II MMI.
Skala II MMI menunjukkan getaran dirasakan oleh beberapa orang, terutama di dalam rumah. Namun, pada umumnya tidak menimbulkan kerusakan.
BMKG menyebutkan bahwa gempa ini termasuk dalam kategori gempa bumi tektonik. Hal ini disebabkan oleh aktivitas pergerakan lempeng di wilayah tersebut.
Wilayah Sulawesi Tenggara memang dikenal sebagai daerah yang cukup aktif secara seismik. Aktivitas gempa di kawasan ini sering terjadi dengan berbagai kekuatan.
Gempa dengan magnitudo kecil seperti ini umumnya tidak berpotensi menimbulkan dampak besar. Namun, tetap perlu diwaspadai sebagai bagian dari aktivitas geologi.
Hingga saat ini belum ada laporan kerusakan bangunan akibat gempa tersebut. Masyarakat juga tidak melaporkan adanya korban jiwa.
BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Informasi resmi hanya bersumber dari BMKG.
Selain itu, masyarakat juga diminta untuk selalu memperhatikan kondisi bangunan tempat tinggal. Hal ini penting untuk mengantisipasi gempa yang lebih besar.
Gempa dangkal seperti ini biasanya disebabkan oleh aktivitas sesar lokal. Energi yang dilepaskan cenderung cepat dirasakan di sekitar pusat gempa.
Meskipun demikian, kekuatan gempa yang relatif kecil membuat dampaknya terbatas. Getaran hanya dirasakan ringan oleh sebagian warga.
BMKG juga memastikan bahwa gempa ini tidak berpotensi tsunami. Hal ini karena magnitudo kecil dan lokasi sumber gempa yang berada di darat.
Peristiwa gempa bumi ini tercatat sebagai bagian dari aktivitas harian yang dipantau BMKG. Data tersebut terus diperbarui secara real-time.
Masyarakat di sekitar Kendari diharapkan tetap meningkatkan kewaspadaan. Edukasi tentang mitigasi bencana gempa perlu terus dilakukan.
Langkah sederhana seperti mengetahui titik evakuasi dan jalur aman sangat penting. Hal ini dapat meminimalkan risiko saat terjadi gempa lebih besar.
Pemerintah daerah juga diharapkan terus melakukan sosialisasi kebencanaan. Upaya ini penting untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat.
Dengan informasi yang cepat dan akurat, dampak gempa dapat diminimalkan. Kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat menjadi kunci utama. ***