Raditya Dika berbagi pengalaman berharga saat berbincang dengan Prof. Rhenald Kasali, membahas aplikasi skill storytelling di berbagai medium.
zonamerdeka.com - Artis sekaligus komika serba bisa, Raditya Dika, baru-baru ini membuka kisah perjalanan kariernya.
Ia membagikan pengalaman pribadinya saat berkarya di berbagai panggung kreatif.
Mulai dari dunia stand-up comedy yang membesarkan namanya, hingga merambah ke ranah digital melalui siniar podcast.
Curhatan ini disampaikan Dika saat dirinya berdialog mendalam dengan praktisi bisnis terkemuka, Prof. Rhenald Kasali.
Perbincangan hangat tersebut ditayangkan melalui Kanal YouTube Prof Rhenald Kasali.
Momennya tercatat pada hari Jumat, 6 Februari 2026.
Eksistensi Multidimensi Raditya Dika
Mulanya, Rhenald Kasali, yang merupakan Guru Besar Ilmu Manajemen di FEB UI, mengaku sangat penasaran.
Ia mempertanyakan bagaimana Raditya Dika mampu menjaga eksistensi.
Dika diketahui terkenal di berbagai bidang kreatif yang berbeda.
Ia sukses sebagai penulis, aktor, sutradara, hingga content creator YouTube.
“Raditya Dika ini bikin apa saja jadi,” tanya Prof. Rhenald Kasali.
“Bikin novel, stand-up comedy, film, ada juga podcast yang laku sampai jutaan yang nonton.”
Pertanyaan intinya adalah: “Apa rahasianya?”
Mengidentifikasi Skill Spesifik: Storytelling
Mendengar pertanyaan tersebut, Raditya Dika memberikan jawaban yang mendasar.
Menurutnya, kunci sukses dalam berkarya di berbagai medium adalah pengenalan diri.
“Rahasianya sih, menurut aku, kita perlu tahu skill (kemampuan) spesifik yang kita jago banget,” jelas Raditya Dika.
Setelah kemampuan inti itu ditemukan, barulah diterapkan di medium manapun.
Ia kemudian mengungkapkan apa kemampuan spesifik yang ia kuasai.
“Kebetulan, kalau aku skill spesifiknya, adalah storytelling atau bercerita,” imbuh Raditya Dika.
Kemampuan bercerita tersebut menjadi modal utama di setiap proyeknya.
Termasuk dalam penulisan buku, salah satunya ‘Timun Jelita’ (2025).
Pengembangan di Panggung Stand-Up Comedy
Rekan seprofesi Pandji Pragiwaksono itu menjelaskan, stand-up comedy adalah salah satu cara ia mengembangkan skill bercerita.
Panggung tersebut menjadi arena uji coba yang efektif.
“Aku suka bercerita di panggung stand-up,” ungkapnya.
Melihat respons penonton yang tertawa dan mendengarkan secara intens adalah kepuasan tersendiri.
Ini memperkuat kemampuannya menyusun alur cerita yang menarik.
Podcast: Media Bercerita yang Fleksibel
Selain panggung, Raditya Dika juga dikenal sukses besar lewat kanal YouTube pribadinya.
Konten podcast-nya yang mengundang berbagai bintang tamu selalu diminati.
Di sini, konsep storytelling kembali diterapkan secara unik.
“Di podcast, aku juga cerita bersama bintang tamu,” katanya.
Ia memastikan alur pembahasan terasa enak dinikmati.
Semua didasarkan pada kekuatan cerita yang disajikan.
Dika menyebutkan, salah satu cara agar kontennya menarik adalah menyuguhkan suasana layaknya orang yang sedang mengobrol santai sambil bercerita.
Beberapa hal yang diterapkan agar penonton nyaman mendengarkan alur ceritanya meliputi:
- Kita cukup bercerita.
- Memastikan suasana yang dibangun tidak kaku.
- Fokus pada penyampaian cerita yang mengalir natural.
“Kita cukup bercerita, karena aku juga hanya ingin bercerita,” sebut Raditya Dika.
Filosofi: Terapkan Skill, Sisanya Belajar
Berkaca dari berbagai karyanya yang sukses, Raditya Dika menuturkan satu filosofi penting.
Kemampuan spesifik (storytelling) harus diterapkan secara konsisten.
Namun, hal yang tak kalah penting adalah kemauan untuk terus diperbaiki.
Sutradara film ‘Koala Kumal’ (2016) itu menyebutkan, evaluasi harus selalu dilakukan.
“Jadi aku hanya menerapkan skill spesifik yakni storytelling itu ke berbagai medium, sisanya belajar,” jelas Raditya Dika.
Ia menyadari bahwa setiap medium memiliki kekurangan dan tantangan tersendiri.
“Hal itu karena kita pasti ada kurangnya, evaluasi,” tukasnya.
“Kalau kurang tinggal evaluasi lagi, kita bisa terus belajar jadinya.”
