Notification

×

Iklan

Iklan

Dampak Gempa M 6,4 Pacitan: Sejumlah Rumah di Ponorogo Alami Kerusakan Struktural

07 February 2026 | 12:58 PM WIB | Last Updated 2026-02-07T05:59:41Z

zonamerdeka.com - Ponorogo. Gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 6,4 yang berpusat di perairan selatan Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, pada Jumat (6/2/2026) dini hari, telah menimbulkan dampak kerusakan di wilayah sekitarnya. 


Guncangan kuat tersebut turut dirasakan hingga Kabupaten Ponorogo, menyebabkan sejumlah rumah warga dilaporkan mengalami kerusakan.


Salah satu lokasi terdampak berada di Desa Bogem, Kecamatan Sampung, Ponorogo. Pemilik rumah, Milan Sayekti, melaporkan bahwa bagian belakang kediamannya mengalami kerusakan signifikan akibat guncangan tersebut.


“Saya mendengar suara keras dari arah belakang rumah. Setelah dilakukan pengecekan, diketahui bahwa sebagian atap mengalami jebol, dengan kerusakan kurang lebih seperempat bagian,” ungkap Milan. Ia menambahkan kekhawatiran terkait potensi bahaya instalasi kabel listrik di area yang rusak.


Kerusakan serupa juga tercatat di wilayah Kelurahan Surodikraman, Kecamatan Ponorogo. Rumah milik warga bernama Paniyem mengalami kerusakan pada bagian dinding belakang yang ambrol akibat kuatnya getaran gempa.


Paniyem menjelaskan bahwa saat kejadian ia masih berada di dalam rumah dan baru menyadari kondisi bangunan setelah dipanggil oleh tetangga. Meskipun tidak ada korban jiwa yang dilaporkan, sejumlah perabotan rumah tangga warga diketahui mengalami kerusakan akibat tertimpa reruntuhan bangunan.


Berdasarkan data yang dirilis oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa terjadi pada Jumat, pukul 01.06 WIB. Episenter terletak pada koordinat 8,98 derajat Lintang Selatan dan 111,18 derajat Bujur Timur, yakni sekitar 89 kilometer tenggara Pacitan, pada kedalaman hiposentrum 58 kilometer.


BMKG menegaskan bahwa gempa ini tidak berpotensi tsunami. Kendati demikian, masyarakat diimbau untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan dan melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kondisi struktural bangunan tempat tinggal masing-masing. ***