ACEH SINGKIL, Zonamerdeka.com - Suasana tegang menyelimuti Kampung Sanggaberu Silulusan setelah Kelompok Tani Maulana bantah keras terhadap pemberitaan yang menyebut mereka telah menerima bantuan dari PT Socfindo Lae Butar.
"Bagi para petani, kabar itu bukan sekadar salah informasi, namun dianggap sebagai fitnah yang menikam dari belakang.
Boas, sosok yang menjadi suara utama pada kelompok tani, terlihat kecewa sekaligus marah. Ia mengatakan pemberitaan tersebut telah membuat mereka seperti “Dimainkan” oleh pihak-pihak yang ingin menampilkan perusahaan seolah-olah peduli.
“Memalukan sekali. PT Socfindo ini tidak ada membagikan bantuan kepada kami. Mereka membuat berita supaya perusahaan tersebut kelihatan peduli, padahal aslinya kami duga adalah penjajah, Itu semua fitnah, bohong, hoaks!” Ungkap, Boas dengan nada penuh amarah.
Menurutnya, tidak satu pun bantuan yang pernah mereka rasakan.“Kami tidak ada menerima apa-apa seperti yang diberitakan. Sama sekali tidak,” tegas, Boas menahan emosi.
Namun membuat mereka makin sakit hati, kata Boas, adalah dampak sosial dari kabar tersebut. Antar anggota kelompok yang selama ini bersatu, kini mulai saling curiga.
“Sedih hati ini bercampur geram. Udahlah kami tidak diberi apa-apa, malah kami diadu domba, ada yang tanya ke kami, ada yang mulai curiga, ini menyakitkan,” Ujar, Boas dengan suara berat.
Lebih jauh, ia mengatakan bahwa kebun mereka saat ini tengah memasuki musim durian montong, sehingga klaim bantuan perusahaan dinilai sangat tidak berdasar.
Sejumlah anggota kelompok tani bahkan menduga ada motif tertentu dibalik terhadap penyebaran kabar tersebut. “Mungkin sudah dikondisikan supaya kami dibawah yang ribut,” Sebut, Boas, menaruh curiga bahwa ada pihak-pihak yang ingin menciptakan kegaduhan diinternal kami.
Boas menutup pernyataannya dengan tegas namun tetap santun. Ia mengaku hanya ingin menyampaikan kenyataan dilapangan.
“Saya cuma mau bersuara apa adanya. Kami tidak cari-cari ribut, tapi jangan pula kami di jadikan bahan permainan, jadi biar mereka introspeksi diri pihak perusahaan itu." Jelas nya.
Dilain Sisi, hingga berita ini diturunkan, pihak dari PT Socfindo belum juga memberikan klarifikasi resmi terkait tudingan tersebut, dimana perusahaan diduga menyebarkan informasi hoaks mengenai bantuan kepada Kelompok Tani Maulana. (Sakdam Husen )