Aceh Singkil

GPK Aceh Singkil Guncang PT Socfindo Lae Butar: Tuntutan Menggema, Mobil Truck PT Socfindo Dihentikan

Oleh admin4:17 AM

 



ACEH SINGKIL, Zonamerdeka.com - Ratusan massa Gerakan Persada Karina (GPK) Aceh Singkil mengguncang kawasan PT Socfindo Kebun Lae Butar, Kamis (20/11/2025).


Dibawah komando Boas Tumanggor, tokoh masyarakat Sanggaberu Silulusan, massa bergerak tegas dan terstruktur, menuntut pertanggungjawaban perusahaan atas soal berbagai kejadian yang dinilai kini sudah melampaui batas.


Sejak pagi massa sudah berkumpul dan juga berkoordinasi, lalu mengalir ke lokasi aksi dengan konvoi, mulai dari sepeda motor hingga Dum Truck.


Dalam orasinya, massa GPK secara lantang menyoroti dugaan kelalaian perusahaan PT Socfindo yang menyebabkan korban jiwa, pelanggaran jarak tanam, hingga persoalan tenaga kerja dan perusakan lahan warga. 


"Sembilan tuntutan mereka bukan hanya dari permintaan, tetapi perintah moral yang harus ditindaklanjuti.


1. Tindak tegas aktivitas bongkar muat PT Socfindo yang diduga menyebabkan kecelakaan hingga merenggut nyawa warga.


2. Perusahaan wajib menepati janji merekrut keluarga korban tanpa alasan dan tanpa penundaan.


3. Pohon sawit yang melanggar ketentuan jarak tanam harus ditumbang sepanjang 3,95 km dari Tulaan–Sanggaberu Silulusan.


4. Akses jalan baru khusus operasional perusahaan wajib dibuka, demi keselamatan warga.


5. Sebagian lahan HGU harus wajib dilepas minimal 2 hektare per desa untuk fasilitas publik.


6. Polres Aceh Singkil diminta untuk segera memproses dugaan perusakan lahan warga pada 24 Agustus 2025.


7. Penyelesaian 18 perkara adat sesuai Qanun Aceh Nomor 9/2008 wajib harus di berlakukan kembali, terutama tipiring yang melibatkan warga dan perusahaan.


8. Perusahaan PT Socfindo diminta berhenti mengabaikan masyarakat lokal dan mulai memprioritaskan tenaga kerja Aceh Singkil.


9. Jika tuntutan tidak digubris, kami massa memastikan akan kembali dengan jumlah lebih besar dan dengan aksi yang lebih keras.


Dilain lokasi, mobil perusahaan PT Socfindo terlihat dihentikan, massa tidak mundur, dan 

Puncak ketegangan terjadi sekitar pukul 13 . 48 WIB.


"Ketika saat massa menghentikan satu unit mobil angkutan sawit perusahaan,kendaraan tersebut diminta menepi dan tidak diizinkan melintas. 


Hingga menjelang sore, massa terlihat tetap bertahan di sepanjang jalan utama menuju kantor PT Socfindo, menunggu kendaraan operasional lain untuk dihentikan sebagai bentuk protes.


"Aksi ini menunjukkan satu hal: GPK Aceh Singkil tidak akan tinggal diam, mereka menuntut perubahan nyata, dan tidak akan mundur sebelum perusahaan, dan aparat menindaklanjuti suara dan laporan warga  masyarakat setempat. (Sakdam Husen)

Baca Juga: Aceh Singkil