Bangka, zonamerdeka.com - Kami tetap menghormati/ Menghargai mendoakan pemimpin negeri. Walau kecewa kami tidaklah berarti/Semoga bupati tahu kiprah kami.
Itulah sepenggal puisi dalam mengawali pentas seni HUT Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ke 25, Sabtu (22/11/2025) malam di Taman Kota Sungailiat Bangka.
Kekecewaan terasa sekali, setelah menunggu kehadiran bupati Bangka dan wakil bupati Bangka yang baru beberapa pekan dilantik, namun juga tidak hadir. Sehingga pentas seni molor dari yang dijadwalkan.
Padahal tokoh-tokoh presidium pembentukan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung hadir. Seperti mantan bupati Bangka, Yusroni Yazid, mantan Ketua KPU Bangka, Matzen, mantan Sekda Bangka, Usman Saleh dan Ketua DPRD Bangka, Jumadi, Wakil Ketua DPRD Bangka Hendra Yunus serta beberapa tokoh lainnya sudah menunggu kehadiran bupati, hampir 1 jam lamanya.
"Saya mewakili bupati untuk hadir di acara ini dan bupati serta wakil bupati ada kegiatan yang tidak bisa ditinggalkan, " kata Asep Setiawan Kepala Dinasker Perindag Kabupaten Bangka, dalam sambutannya.
Dikatakan lebih lanjut Asep Setiawan dalam sambutannya, bahwa program kerja 100 hari bupati dan wakil bupati, melakukan penataan didalam maupun diluar, "Bahkan dalam mengawali kerja dihari pertama, bupati turun langsung lapangan menyapu, membersihkan Taman Kota Sungailiat, " sebutnya.
Sementara pentas seni diawali pembacaan puisi, disambung
penampilan sanggar Pesona Wangka, sanggar Seruni dari Bangka Barat dan lanjut penampilan baca puisi penyair Bangka Belitung, Ira, Mo Baharudin Bafa, Wilie Siswanto, Budi dan Heru Sudrajat. Acara berlanjut aksi para pesilat yang dimotori, Bang Budi, Kang Torik dan para pendekar Bangka lainnya. Suasana pentas semakin terasa pada iringan percusion Wantek dan tim.
Acarapun mengalir memberi warna pada Mozaik Dialektika Budaya yang dipandu penyair Ira Esmeralda dalam alur bentang budaya yang digawangi penangung jawab acara Cikal Maulana.
Disisi lain dalam pentas seni juga ditayangkan sejarah berdirinya Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Gigihnya perjuangan para sesepuh, seperti Eko Maulana Ali, Yusroni Yazid dan tokoh lainnya, Ferdi Manurung, Effendi Harun.
Mereka berikrar dalam janji pada Negeri, dan pesan sesepuh pendiri negeri yg diwakili Yusroni Yazid. Menitip pesan bagi generasi penerus untuk tetap mencintai daerahnya dan memajukan negeri Serumpun Sebalai.
Haru janji menjadi bara/Bara menjadi api/Nyalanya terus berkobar Dihati para generasi penerus negeri/ Untuk berbuat memberikan pengabdian terbaik bagi ibu Pertiwi. (heru).