Notification

×

Iklan

Iklan

Klarifikasi Pihak SMK Al-Basyariah Terkait Informasi Penyaluran Dana PIP

24 November 2025 | 2:29 PM WIB | Last Updated 2025-11-24T07:29:02Z

 


Bogor, zonamerdeka.com- Menanggapi pemberitaan di berbagai media online pada 13 november 2025, mengenai dugaan pemotongan dana Program Indonesia Pintar (PIP) di SMK Al-Basyariah, pihak sekolah memberikan klarifikasi resmi guna meluruskan informasi yang berkembang di masyarakat.


Wakil Kepala Sekolah SMK Al-Basyariah, di dampingi oleh operator sekolah Endang, menjelaskan bahwa isu dugaan pemotongan tersebut berawal dari adanya kesalahpahaman komunikasi antara pihak sekolah dan sebagian wali murid. Menurutnya, tidak ada niat ataupun tindakan penyelewengan dana PIP dalam bentuk apa pun. "Bahwa dana yang dipermasalahkan oleh beberapa wali murid sebelumnya, berkaitan dengan kebutuhan administratif seperti pembelian materai, fotokopi dokumen, dan kebutuhan operasional tertentu lainnya yang tidak tercover oleh anggaran pemerintah," ujar Helmi Wakil Kepala Sekolah, senin (24/11/2025).


Ia melanjutkan, penjelasan tersebut sebelumnya telah disampaikan dalam pertemuan internal sekolah dan disetujui secara sukarela oleh sebagian wali murid, namun tidak tersampaikan dengan jelas kepada seluruh pihak sehingga menimbulkan salah persepsi. "Tidak pernah ada maksud dari pihak sekolah untuk menyelewengkan dana PIP, kemungkinan terjadi kesalahpahaman dalam penjelasan, sehingga muncul persepsi yang berbeda di kalangan wali murid," terang Helmi.


Beberapa wali murid yang sebelumnya menyampaikan keluhan kepada awak media juga telah memberikan keterangan tambahan setelah dilakukan dialog bersama dengan pihak sekolah, salah satu wali murid mengaku bahwa informasi awal yang diterima tidak lengkap. "Awalnya mereka mengira uang itu diselewengkan, tetapi setelah dijelaskan ternyata itu adalah permintaan sukarela untuk mendukung kegiatan dan kebutuhan sekolah," papar Helmi.


Sementara itu, Agus perwakilan media partner yang menerima laporan awal, menyampaikan bahwa pihaknya telah berkomunikasi langsung dengan Wakil Kepala Sekolah dan mendapatkan penjelasan secara lengkap. "Setelah mendapatkan klarifikasi, kami memahami bahwa persoalan ini adalah kesalahpahaman. Namun kami tetap berharap, dari pihak sekolah untuk meningkatkan ke transparan dan komunikasi yang baik kepada wali murid agar hal serupa tidak terulang," kata Agus. 


Melalui klarifikasi dari pihak sekolah sekaligus menyampaikan permohonan maaf kepada wali murid atas ketidaknyamanan yang terjadi dan menegaskan komitmennya untuk memperbaiki sistem komunikasi. Terutama terkait program atau kegiatan sekolah yang melibatkan sumbangan maupun partisipasi wali murid, kedepan seluruh bentuk penggalangan dana sukarela akan dilakukan melalui mekanisme resmi dan terdokumentasi dengan baik demi menjaga kepercayaan masyarakat.


Dengan adanya klarifikasi dan mediasi antara sekolah, wali murid, dan pihak terkait, permasalahan ini dipastikan sudah diselesaikan secara kekeluargaan dan tidak dilanjutkan ke jalur hukum. (Irvan)