![]() |
| Dok. Foto, Abu H. Qaharuddin Kombih Saat Memimpin Dzikir dan Doa di Tablig Akbar Pilkada Damai Tahun 2024. |
ACEH SINGKIL, Zonamerdeka.com -- Abu H. Qaharuddin Kombih, S.Ag., M.Ag Menjadi penceramah di Tablig Akbar Pilkada Damai Tahun 2024 di Kabupaten Aceh Singkil, Hari selasa (23/10/2024) sore kemarin.
Abu H.Qaharuddin dalam isi ceramahnya, ia menyampaikan, dan mengajak masyarakat Kabupaten Aceh Singkil harus tetap menjaga Pilkada Tahun 2024 dengan kesejukan dan kedamaian.
Dia juga menyebutkan, jangan seperti Pemko Subulussalam, sungguh memilukan dan juga memalukan, karena beda dukungan dan juga pilihan membuat kesejukan, ketentraman dan kedamaian menjadi terganggu." Ujarnya
"Masak gara-gara hanya beda dukungan dan pilihan kita sesama warga Negara Indonesia atau sesama anak daerah, menjadi saling selisih paham, dan bahkan saling untuk menjatuhkan." Imbuhnya
Padahal tujuan dari Pilkada itu sendiri adalah untuk memilih pemimpin, sedangkan dalam Agama Islam hukumnya memilih pemimpin itu adalah wajib."Tambah, Abu H. Qaharuddin
Abu H. Qaharuddin Menjelaskan, Rasullulah Nabi Muhammad SAW Menganjurkan dan mensunahkan, apabila melakukan perjalanan 3 orang atau 4 orang dan seterusnya, pilih lah akan satu diantara kamu untuk sebagai pemimpin.
Apalagi seluas Kabupaten Aceh Singkil ini, tentunya kita perlu seorang pemimpin, jadi siapa pemimpin itu, yaitu tentunya yang bisa memimpin, namanya juga pemimpin, jaman Rasulullah, jaman Sahabat Nabi." Katanya
"Bahwa pemimpin itu dulu bukanlah dia yang mencalonkan dirinya, tetapi sahabat-sahabat Nabi dan masyarakatlah yang mencalonkan, siapa yang layak diantara mereka menjadi pemimpin."terangnya
"Sekarang ini masyarakat juga yang memilih, siapa yang akan jadi pemimpinnya." Walau pun terkadang ada juga yang dia sendiri yang ingin menjadi pemimpin, dan hal itu saya kira waja-wajar saja dalam perpolitikan kita, dunia demokrasi kita sah-sah saja itu." Pungkasnya
Abu H. Qaharuddin Berharap dan sekaligus meminta kepada masyarakat Aceh Singkil, agar jangan terpecah belah dan juga saling membenci, hanya karena beda pilihan, dan tetap tanamkan, selalu jaga persaudaraan.
"Jadi siapapun yang menjadi pemimpin nanti kedepannya, hal itu sudah tertulis di ladz Madfud dan merupakan takdir, baik 01 atau pun 02 menjadi pemimpin nantinya, jadi kita sebagai masyarakat berharap, pemimpin terpilih jangan pernah sombong, dan yang tidak terpilih tidak merasa nantinya terzalimi dan terus sebagainya, itulah harapan kita semuanya." Ungkap, Abu H. Qaharuddin
Pilkada ini hanyalah bersifat sementara, dan yang perlu diperhatikan ketika saat memilih pemimpin, yaitu ada 4 hal kreteria;
1. Memilih pemimpin yang beriman dan bertakwa, jujur (siddiq),
2. Terpercaya (amanah), aktif dan aspiratif
3. (tabligh), Mempunyai kemampuan
4. (fathonah) memperjuangkan kepentingan ummat atau masyarakat Aceh Singkil.
Tentunya 4 hal kreteria itulah yang menjadi acuan dan harapan menjadi kita semuanya, apalagi Aceh Singkil ini para calon-calon pemimpinnya sudah pernah duduk menjadi Bupati Aceh Singkil, tinggal saja Calon Wakil Bupatinya yang belum pernah." Jelas, Abu H. Qaharuddin
"Kedua sosok calon sudah pernah dirasa, karena sudah pernah memimpin di Aceh Singkil, jadi tinggal masyarakat Aceh Singkil yang menentukan dan sesuaikan dengan 4 kreteria tersebut."tutupnya. (Sakdam Husen)