Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Jangkau Target Pasar Dengan Cepat Melalui Transformasi UMKM Menjadi E-Commerce

14 Juni 2023

 



Jakarta, ZonaMerdeka.com - Saat ini, digitalisasi telah terjadi di segala aspek kehidupan di masyarakat. Hal ini memaksa perusahaan atau bisnis untuk terus beradaptasi. Salah satunya adalah melalui transformasi digital.


H. Bachrudin Nasori, S.Si., M.M selaku Anggota Komisi I DPR RI mengatakan bahwa tanpa digitalisasi atau transformasi digital, suatu bisnis perlu energi lebih untuk dapat bersaing dengan kompetitor.


Menurut data dari Kementerian Koperasi dan UKM, dari sekitar 65 juta lebih UMKM, ada 17,25 juta atau kurang lebih 26,5% UMKM yang sudah beralih ke ekosistem digital.


“Pelaku usaha UMKM berpotensi untuk menjangkau target pasar para pengguna aktif internet,” kata Bachrudin selaku narasumber pada Forum Digitalk yang diselenggarakan oleh Direktorat Informasi Dan Komunikasi Perekonomian Dan Maritim (IKPM) Ditjen IKP Kemkominfo RI mengusung tema ‘Transformasi Digital dari UMKM Konvensional Beralih ke E-Commerce’ secara virtual, Jakarta, Rabu (14/06/2023).


Mengingat berbelanja online sudah menjadi gaya hidup yang digemari masyarakat saat ini. Menurut Bachrudin, penting bagi para pelaku UMKM untuk bisa membuat website, e-commerce, atau media sosial untuk memperluas jangkauan pemasaran secara digital.


“Sudah banyak pelaku UMKM yang mengembangkan bisnisnya menggunakan teknologi digital, seperti membuat website, e-commerce untuk menjalankan digital marketing,” sebut Bachrudin.


Ia melanjutkan, berbeda dengan memasarkan produk secara konvensional, dengan dilakukannya transformasi digital akan membuka jangkauan pemasaran menjadi lebih luas sampai ke pelosok negeri, bahkan hingga keluar negeri.


“Dengan cara yang tepat, bisnis Anda akan lebih mudah dan cepat untuk terhubung dengan pelanggan. Sehingga bisnis Anda dapat berkembang ke arah yang lebih positif,” tutup Bachrudin.


Narasumber berikutnya, Direktur IKPM Ditjen IKP Kemkominfo, Septriana Tangkary, S.E., M.M memaparkan, Internet merupakan suatu napas bagi kita, karena sudah menjadi bagian kebutuhan dari kehidupan kita sehari-hari. Dari anak sekolah SD, SMP, hingga SMA bahkan pelaku usaha sudah menggunakan internet.


“UMKM merupakan pilar penyangga utama ekonomi Indonesia, atau tulang punggung perekonomian Indonesia,” papar Septriana.


Direktur IKPM Ditjen IKP Kemkominfo menyebutkan, UMKM berkontribusi besar pada PDB sebanyak Rp.8.573,9 triliun atau sebesar 61,07% dengan penyerapan investasi sebanyak 60,4%.  Dan UMKM berperan besar dalam menyerap angkatan kerja, yaitu sebanyak 117 juta orang atau sebesar 97%.


“Jumlah UMKM di provinsi Jawa Tengah sebanyak 4,2 juta unit dengan jenis usaha terbanyak bergerak di sektor pertanian dengan jumlah 2,5 juta dan 1,6 juta sektor produksi dan perdagangan,” sebutnya.


Jumlah tersebut menjadikan UMKM memiliki peran yang sangat penting dalam menggerakan roda perekonomian di wilayah Jawa Tengah. 


“Pemerintah hadir untuk mensupport seluruh rakyat indonesia dalam hal penggerakan UMKM,” ungkapnya.


Ia melanjutkan, adapun peran pemerintah tersebut seperti memfasilitasi pelaku perizinan tunggal untuk kemudahan UMKM melalui Online Single Submission, Digital Kredit UMKM (digiKU), Pasar Digital (PaDi) UMKM, Dana Bergulir LPDB-KUMKM, Ekatalog LKPP, dan Sertifikasi halal dan pemuatan NIB.


Sementara itu narasumber terakhir, H. Sabilillah Ardie, B.Sc selaku Wakil Bupati Tegal mengatakan bahwa masyarakat tegal saat ini dimayoritaskan oleh generasi Z dan generasi milenial. Hal ini membuat Tegal pada tahun ini mengalami bonus demografi.


Di era Industri 4.0 saat ini, pelaku UMKM mendapatkan tantangan dan peluang dari masifnya perkembangan teknologi digital.


“Pelaku UMKM mendapatkan kesempatan yang sangat luar biasa untuk meningkatkan perekonomian, karena jaringan seluler sudah ada di pelosok, berbisnis bisa bekerja sama secara global, dan mendapatkan banyak dukungan dari pemerintah,” kata Sabilillah.


Beliau mengungkapkan, saat ini Warteg sudah menjadi sebuah brand. Warung makan asli Tegal ini sudah banyak ditemukan di aplikasi jasa pemesanan makanan secara online.


“Dalam rangka memajukan UMKM secara digital, dalam hal ini PemKab Tegal telah berperan besar membantu pelaku usaha, seperti dengan menyelenggarakan program wirausaha pemuda sejak 2019,” sebut Wakil Bupati Tegal.


Sabilillah menjelaskan, program Wirausaha Pemuda sudah masuk tahum ke-3, dengan jumlah 28 pengusaha per tahun. Program tersebut bertujuan untuk mencari bos muda yang berusia 19-28 tahun.


(Fahmi)


ikuti zonamerdeka.com di Google News

klik disini


close