Jember

Setahun Berlalu Kepemimpinan H. Hendy dan Gus Firjaun, Ini Kata Pendukungnya

Oleh adminThursday, March 10, 2022

 

Mobil Maung yang konon dibuat untuk mobil dinas ke gunung-gunung, dan dibeli dengan uang pribadi Bupati Hendy (foto: istimewa)

 

Jember -- Setahun berlalu kepemimpinan pemerintahan H. Hendy dan Gus Firjaun. Arus kekecewaan mulai nampak, warga yang dulu getol mendukungnya, kini pun mulai berangsur kecewa dengan pemerintahan H. Hendy.


Ia, warga ini mengatakan bahwa, dalam ingatannya, dulu sangat salut dengan Bupati pilihannya. Bukan tanpa alasan, ia menjelaskan bahwa di seluruh Indonesia hampir tidak ada Bupati yang mengeluarkan uang pribadinya untuk mobil dinas. "waktu itu, Bupati Hendy membeli mobil Maung yang akan  dikendarai ke pelosok-pelosok Jember, tapi sampai detik ini, apa sudah Bupati Jember ke pelosok?" tanya warga tersebut dengan nada dan ekspresi sinis.


"Ya, cuma di Jember, Bupati yang membeli mobil dinas harian dengan uangnya sendiri dan tak mau merepotkan APBD," jelas warga yang namanya tak mau ditulis ini.


Ia pun melanjutkan bahwa, dukungannya itu ke pada Bupati Hendy kini menjadi pudar, bukan tanpa sebab, ia menceritakan kekecewaanya ketika belum genap setahun Bupati yang ia banggakan itu membeli mobil dinas menggunakan uang APBD.


"Saya kecewa mas, kenapa Bupati kok seperti itu, ia membeli mobil dinas dengan APBD, padahal proyek jalan saja belum selesai, rakyat Jember ini masih terganggu dengan jeglongan sewu, kenapa Bupati Hendy itu seperti tak melihat kebawah," ceritanya," sambil geleng-geleng kepala.


Ia juga mengatakan keheranannya, kenapa saat ini anggota DPRD Jember, pada pemerintahan sebelumnya begitu getol mengkritisi kebijakan Bupati. 


"Sekarang dewan itu seperti tak punya taring, ada kemaren yang getol bersuara, tapi sekarang seperti hilang hanyut ditelan banjir kali jompo," jelas orang yang minta dirahasiakan ini.


Ia menjelaskan, alasannya untuk tak menceritakan identitasnya karena ia bukan siapa-siapa, ia hanya rakyat kecil biasa yang biasa ngopi di warung kecil biasa, bukan di cafe atau di pendopo. 


"Saya ini tidur di kasur kapuk, bukan springbed atau dipan emas, nama saya ini juga tidak penting," tegasnya dengan mewanti-wanti agar identitasnya tak dionlinekan. (ton)

Baca Juga: Jember