Bangka, zonamerdeka.com - Dengan naiknya kembali harga TBS (Tandan Buah Segar) kelapa sawit, tentunya para petani sawit bersemangat lagi. Namun seyogianya pemerintah juga memikirkan harga pupuk yang masih tinggi.
Hal itu diungkapkan petani sawit, Parulian Napitupulu, ketika ditemui dikebun sawitnya, Desa Mapur, Kecamatan Riau Silip, Kabupaten Bangka, Senin (01/06/2026).
Menurutnya kenaikan harga sawit Rp.2.500; per kilogram dari sebelumnya Rp.2050; membuat para petani sawit bersemangat lagi untuk perkebun kelapa sawit. Kenaikan ini pun, terpicu adanya gejolak para petani sawit didaerah-daerah. Kemudian dari pusat memberi ultimatum PKS (Pabrik Kelapa Sawit) yang ada untuk menaikkan harga TBS dan kalau tidak menaikan akan dicabut izin usahanya,
"Akhirnya harga TBS naik. Tentunya kita berharap harga TBS kelapa sawit tetap stabil. Disamping itu, saya berharap agar pemerintah juga memikirkan harga pupuk, " jelas Parulian Napitupulu yang pernah menjabat Ketua DPRD Bangka dua periode.
Dia menambahkan bahwa harga pupuk sampai saat ini harganya masih tinggi, cukup mahal. Untuk itu pemerintah pusat juga harus peduli memikirkan harga pupuk. Kalau memungkinkan pemerintah mensubsidi harga pupuk sawit ke petani sawit. Dengan begitu akan imbas dengan kenaikan harga TBS, "Namun demikian dengan adanya kenaikan TBS sawit, saya tetap bersyukur, bersemangat lagi berkebun sawit, " terang Parulian Napitupulu. (heru)