Nasional

Sorotan MBG : Prabowo Perintahkan Dudung Cek Dapur Disuspend Tapi Diduga Terima Insentif Rp6 Juta per Hari

Oleh admin5/06/2026 03:39:00 PM

 


Zonamerdeka.com - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi sorotan publik setelah muncul informasi terkait dapur yang berstatus suspend namun diduga masih menerima insentif harian.

Isu ini mencuat setelah adanya pernyataan dari Kepala Staf Presiden yang mengaku telah menerima arahan langsung dari Presiden untuk mengecek kondisi tersebut secara menyeluruh.

Pemerintah menegaskan bahwa program MBG merupakan salah satu program prioritas nasional yang harus berjalan sesuai dengan prinsip transparansi dan akuntabilitas.

Kepala Staf Presiden Dudung Abdurachman menyampaikan bahwa dirinya telah diminta untuk melakukan pengecekan langsung terkait berbagai persoalan yang muncul di lapangan.

Menurutnya, setiap indikasi penyimpangan dalam program yang menggunakan anggaran negara harus ditindaklanjuti secara serius dan terbuka kepada publik.

Ia menegaskan bahwa jika ditemukan adanya pelanggaran atau praktik yang tidak sesuai aturan, pihaknya tidak akan ragu untuk mengungkapkannya kepada masyarakat.

Dudung juga menekankan bahwa dana yang digunakan dalam program MBG merupakan uang rakyat sehingga pengelolaannya harus dilakukan secara bertanggung jawab.

Sementara itu, Badan Gizi Nasional (BGN) memberikan penjelasan terkait mekanisme pemberian insentif kepada dapur MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Menurut Kepala BGN, pemberian insentif tetap dapat dilakukan meskipun dapur dalam kondisi suspend, tergantung pada penyebab penghentian operasional sementara tersebut.

Jika penghentian terjadi akibat kesalahan teknis di tingkat pelaksana, seperti tidak mengikuti standar operasional prosedur, maka insentif masih bisa diberikan.

Kesalahan teknis tersebut dinilai masih dapat diperbaiki dan tidak termasuk dalam kategori pelanggaran sistemik yang berat.

Namun, jika penghentian operasional disebabkan oleh kelalaian serius, seperti fasilitas yang tidak layak atau pelanggaran standar, maka insentif tidak akan diberikan.

Perbedaan perlakuan ini didasarkan pada tingkat kesalahan serta dampak yang ditimbulkan terhadap kualitas layanan program MBG.

Penjelasan tersebut memicu beragam respons dari masyarakat yang menilai perlunya transparansi lebih detail terkait mekanisme pemberian insentif tersebut.

Sejumlah pihak menilai bahwa sistem pengawasan harus diperkuat agar tidak menimbulkan persepsi negatif terhadap program yang bertujuan membantu masyarakat.

Program MBG sendiri dirancang untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat sekaligus mendorong perputaran ekonomi di daerah.

Dalam implementasinya, program ini melibatkan berbagai pihak mulai dari pemerintah pusat, daerah, hingga mitra pelaksana di lapangan.

Karena melibatkan anggaran besar, pengawasan terhadap program ini menjadi perhatian utama berbagai kalangan, termasuk lembaga pemerintah dan masyarakat sipil.

Pemerintah juga menekankan pentingnya kolaborasi dengan berbagai stakeholder untuk memastikan program berjalan sesuai tujuan.

Langkah evaluasi dan pengecekan yang dilakukan diharapkan mampu memperbaiki kekurangan yang ada serta meningkatkan kepercayaan publik.

Di sisi lain, komitmen untuk membuka informasi kepada publik dinilai menjadi kunci dalam menjaga kredibilitas program.

Dengan adanya perhatian langsung dari Presiden, diharapkan setiap persoalan dalam pelaksanaan MBG dapat segera ditangani secara tepat.

Transparansi dan akuntabilitas menjadi faktor utama agar program ini tetap berjalan dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat. (ton)

Baca Juga: Nasional