Bangka, zonamerdeka.com - Program pemerintah pusat MBG (Makanan Bergizi Geratis) untuk para pelajar, kita dukung. Namun harus dievaluasi kembali pengelolaannya. Hal itu ditegaskan Ir.Agung Setiawan, MM, anggota DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Minggu, (09/05/2026) usai menghadiri acara di Sungailiat.
Menurutnya program sudah baik, memberi makanan bergizi geratis dan apapun program yang sudah dijalankan harus ditindaklanjuti. Namun tentunya kinerja harus dievaluasi, bagaimana pelaksanaan pengelolaan dilapangan sudah berjalan dengan baik atau belum. Seperti pengelola harus memiliki sertifikat, termasuk juru masak memiliki kompetensi dan dapur harus benar-benar standart, "Sehingga makanan bergizi geratis untuk para pelajar, diterima dalam kondisi baik dan tidak ada keluhan sayur basi, nasi basi dan yang lainnya, " jelas Agung Setiawan.
Politisi partai NasDem Babel ini menambahkan bahwa kita juga harus kontrol kemampuan pengelola MBG itu berapa box bisa melayani jumlah pelajar yang menerima makanan bergizi geratis. Tentu jangan dipaksakan untuk berlebihan. Contoh kalau mampunya hanya 500 box, jangan dipaksakan untuk 1000 box. Hal hal itulah yang membuat para juru masak bekerja lembur dan dampaknya makanan basi," Akhirnya muncul persoalan dari penerima makanan bergizi geratis, keluhan keluhan, sayur basi, nasi basi dan makanan jadi tidak bergizi, membuat penerima keracunan. Ini persoalan teknis yang harus segera dibenahi, kalau ingin melanjutkan program MBG, "terang Agung Setiawan.
Menanggapi pelaksanaan MBG di Bangka Belitung? Agung Setiawan mengatakan belum berjalan dengan baik. Untuk itu perlu adanya evaluasi tentang pelaksanaan MBG di daerah ini. Dengan evaluasi akan tahu kelemahan kelemahan pelaksanaan MBG, "Kita mendukung program pemerintah pusat. Namun juga harus ada evaluasi dalam pelaksanaan MBG, " tegasnya. (heru)