Notification

×

Iklan

Iklan

Pencairan Bansos PKH dan BPNT Tahap 1 Susulan Dimulai, BLT Dana Desa Cair Jelang Ramadan 2026

14 February 2026 | 3:33 PM WIB | Last Updated 2026-02-14T08:33:41Z

Ilustrasi KPM membeli kebutuhan pokok setelah menerima pencairan bansos tahap 1 2026 susulan (Kanal youtube Badan Pangan Nasional)


Zonamerdeka.com - Pemerintah memastikan penyaluran Bantuan Sosial (Bansos) Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) tahap 1 tahun 2026 susulan akan segera dilaksanakan mulai hari Sabtu, 14 Februari 2026.

Kabar ini menjadi angin segar bagi ribuan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang sebelumnya belum menerima alokasi bantuan pada termin awal pencairan.

Pencairan susulan ini mencakup termin 4 dan termin 5 dari alokasi PKH tahap pertama tahun anggaran 2026.

Penyaluran ini dikhususkan bagi KPM yang baru saja menyelesaikan proses validasi data oleh pihak berwenang.

Mereka yang datanya baru terintegrasi sepenuhnya dalam sistem pendataan menjadi prioritas penerima dana susulan ini.

Selain itu, KPM yang sempat mengalami kendala teknis pada sistem perbankan mereka juga menjadi fokus utama dalam penyaluran susulan kali ini.

PKH akan disalurkan sesuai hak KPM melalui Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) yang diterbitkan oleh Bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).

Berbagai komponen PKH, termasuk ibu hamil, anak sekolah dari berbagai jenjang, hingga penerima lanjut usia, akan menerima saldo sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Nominal yang diterima KPM akan disesuaikan secara proporsional berdasarkan jenis komponen yang mereka miliki dalam sistem DTKS.

Selain PKH, Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) tahap 1 susulan juga dipastikan akan segera masuk ke rekening para penerima yang berhak.

KPM akan menerima total dana BPNT susulan sebesar Rp600.000 yang ditransfer langsung ke rekening KKS mereka.

Dana ini diharapkan dapat segera digunakan oleh KPM untuk memenuhi kebutuhan pokok pangan mereka sehari-hari menjelang bulan suci.

Fokus bantuan sosial pemerintah tidak hanya berhenti pada PKH dan BPNT saja, tetapi juga menyentuh tingkat kemiskinan ekstrem di desa.

Jenis bantuan selanjutnya adalah Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang bersumber dari alokasi dana desa yang ditetapkan oleh pemerintah.

BLT Dana Desa ini secara spesifik ditujukan untuk warga yang dikategorikan berada dalam kelompok kemiskinan ekstrem di wilayah tersebut.

KPM penerima BLT Dana Desa adalah warga yang belum pernah tercatat sebagai penerima bansos reguler seperti PKH atau BPNT sebelumnya.

Besaran bantuan ini ditetapkan sebesar Rp300.000 per bulan dan dipastikan akan tetap berjalan selama periode bulan Ramadan.

Banyak pemerintah desa memprediksi dan menjadwalkan pencairan dana BLT ini tepat pada minggu pertama bulan puasa.

Penjadwalan ini bertujuan untuk memberikan dukungan finansial kepada warga agar mereka dapat memenuhi kebutuhan sahur dan berbuka puasa dengan layak.

Pemerintah juga memastikan bahwa bantuan lain dalam lingkup asistensi rehabilitas sosial akan dicairkan menjelang Ramadan 2026.

Bantuan ini secara khusus menyasar kelompok rentan, termasuk penyandang disabilitas dan lansia tunggal yang membutuhkan dukungan khusus.

Selain itu, bantuan Asistensi Rehabilitasi Sosial Anak yang Membutuhkan Perlindungan Khusus (YAPI) untuk anak yatim piatu juga segera disalurkan.

Ini merupakan wujud perhatian pemerintah agar anak-anak yatim piatu dapat turut merasakan kegembiraan menjelang datangnya Hari Raya Idul Fitri.

Bantuan stimulus lainnya dari pemerintah berfokus pada pemberian potongan harga untuk layanan transportasi publik.

Diskon harga ini berlaku untuk pemesanan tiket kereta api, tiket bus antarkota, dan juga layanan penyeberangan laut.

Potongan harga tersebut diterapkan pada periode keberangkatan yang dimulai sejak awal Ramadan hingga waktu menjelang Idul Fitri 2026.

Kebijakan ini dimaksudkan untuk mengurangi tingkat kemacetan yang parah selama puncak arus mudik sekaligus meringankan biaya perjalanan.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf, atau yang akrab disapa Gus Ipul, menyampaikan fokus utama Kementerian Sosial (Kemensos) saat ini.

Kemensos akan memfokuskan penyaluran bantuan stimulus bagi masyarakat yang berada pada desil 1 hingga desil 4 Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

Seluruh program bantuan ini dirancang untuk memperkuat daya beli masyarakat Indonesia selama momen Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri 2026.

Pantau terus www.Zonamerdeka.com untuk mendapat info terbaru.