Notification

×

Iklan

Iklan

Pemuda Aceh Barat Laporkan Dugaan Pengeroyokan Oknum TNI ke Denpom Meulaboh

22 February 2026 | 6:50 PM WIB | Last Updated 2026-02-22T11:50:01Z

 

Korban dugaan pemukulan melapor ke Denpom IM 2 Meulaboh.

zonamerdeka.com - Seorang pemuda di Kabupaten Aceh Barat melaporkan dugaan penganiayaan secara bersama-sama ke Denpom Meulaboh.

Korban bernama M Ali Akbar (20), warga Desa Panggong, Kecamatan Johan Pahlawan, Aceh Barat.

Laporan tersebut disampaikan ke Detasemen Polisi Militer IM 2 Meulaboh pada Jumat, 20 Februari 2026.

Sebelumnya, korban sempat mendatangi Polres Aceh Barat untuk membuat laporan.

Namun pihak kepolisian mengarahkan pelaporan ke Denpom Meulaboh.

Ayah korban, Nasruddin (46), mengatakan anaknya diduga menjadi korban pengeroyokan dua oknum TNI.

Peristiwa tersebut terjadi di kawasan Alue Peunyareng, Kecamatan Meureubo, Aceh Barat.

Menurut keterangan korban, ia awalnya ditarik oleh seorang pelaku di pinggir jalan.

Korban kemudian dibawa ke halaman rumah milik pelaku di kawasan tersebut.

Di lokasi itu, korban dipukul di bagian wajah oleh salah satu pelaku.

Ayah pelaku juga diduga memukul korban di bagian punggung menggunakan kayu.

Nasruddin menyebut anaknya dituduh sebagai pelaku pencurian dan pengguna narkotika jenis sabu.

Namun ia membantah tuduhan tersebut dan menyatakan anaknya tidak seperti yang dituduhkan.

Korban mengaku saat kejadian hanya menonton aksi balapan liar.

Sejumlah teman korban disebut melarikan diri saat dikejar salah satu pelaku.

Korban tertinggal di lokasi dan kemudian menjadi sasaran pemukulan.

Selain dipukul, korban juga mengaku mendapat ancaman.

Ia diminta membawa rekan-rekannya ke rumah pelaku dan diancam akan dicari jika tidak menuruti.

Korban mengalami luka di bagian wajah dan memar di punggung.

Hingga Jumat malam, belum ada keterangan resmi dari pihak Denpom Meulaboh terkait laporan tersebut.


Wartawan Mengaku Diintimidasi

Saat sesi wawancara dengan ayah korban di depan kantor Denpom, seorang pria berpakaian preman merekam proses wawancara.

Pria tersebut mengaku bertugas di lembaga itu dan meminta agar pemberitaan juga memuat keterangan korban.

Ia juga menyampaikan kritik terhadap awak media yang dianggap menulis tanpa turun ke lapangan.

Situasi sempat memanas sehingga sejumlah wartawan memilih meninggalkan lokasi. ***