Notification

×

Iklan

Iklan

Kabar Gembira! Apple Nekat Tahan Harga iPhone 18 Pro, Padahal Biaya Komponen Meledak!

13 February 2026 | 2:18 PM WIB | Last Updated 2026-02-13T07:19:42Z


zonamerdeka.com - Kabar gembira datang bagi para penggemar Apple di seluruh dunia. Raksasa teknologi itu dilaporkan memutuskan untuk tidak menaikkan harga iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max.

Keputusan ini sangat mengejutkan mengingat biaya komponen memori global, seperti DRAM dan NAND, sedang mengalami lonjakan drastis. Apple memilih menanggung beban biaya yang meningkat.

Informasi penting ini dibagikan oleh analis GF Securities, Jeff Pu, setelah menelusuri rantai pasok perusahaan. Negosiasi ketat dengan pemasok sedang berlangsung intensif.

Harga awal untuk varian 256GB iPhone 18 Pro diperkirakan tetap stabil di level pendahulunya. Angkanya diproyeksikan di kisaran 1.099 dolar AS atau setara Rp18,4 juta.

Sementara itu, model tertinggi, iPhone 18 Pro Max, juga akan mempertahankan banderol harga lamanya. Varian ini diperkirakan akan dijual mulai 1.199 dolar AS atau sekitar Rp20,1 juta.

Kenaikan harga komponen memori dipicu oleh meningkatnya permintaan infrastruktur Kecerdasan Buatan (AI) secara global. Pusat data di seluruh dunia membutuhkan lebih banyak chip mahal dan cepat.

Apple dikabarkan sedang melakukan negosiasi yang sangat intensif dengan para pemasok memori terkemuka. Nama-nama besar seperti Samsung dan SK Hynix ikut terlibat dalam pembicaraan ini.

Tujuannya adalah meredam dampak signifikan dari kenaikan harga komponen krusial tersebut. Apple berupaya keras agar biaya tambahan ini tidak langsung dibebankan kepada konsumen.

Negosiasi serupa juga dilaporkan berlaku untuk komponen vital lainnya yang digunakan dalam gawai premium ini. Ini termasuk panel layar serta modul kamera terbaru.

Apple sepertinya akan memilih untuk menyerap sebagian besar tekanan biaya komponen ini sendirian. Mereka rela margin keuntungan sedikit tertekan dalam jangka waktu yang pendek.

Ada perubahan strategi pembelian yang dilakukan oleh manajemen Apple untuk mitigasi risiko. Mereka beralih ke kontrak pembelian memori per kuartal.

Langkah ini dilakukan alih-alih menggunakan kontrak pembelian per enam bulan seperti yang biasa dilakukan. Tujuannya adalah mendapatkan fleksibilitas yang lebih besar.

Fleksibilitas sangat dibutuhkan di tengah risiko lonjakan harga lanjutan yang diprediksi terjadi sepanjang tahun 2026. Apple ingin mengamankan pasokan dan harga terbaik.

Strategi menjaga harga ini sangat sejalan dengan upaya Apple mempertahankan harga masuk yang stabil untuk lini Pro. Ini penting untuk menarik konsumen premium.

Meskipun berpotensi menekan margin keuntungan perusahaan dalam jangka pendek, pendekatan ini dianggap masuk akal untuk jangka panjang. Ada faktor penyeimbang besar.

Bisnis Apple Services kini menjadi bantalan finansial yang sangat kuat bagi perusahaan tersebut. Segmen ini terus bertumbuh pesat dan mencatatkan rekor pendapatan baru.

Laporan terbaru menunjukkan Apple Services mencatat pendapatan luar biasa dalam satu kuartal saja. Angkanya berhasil melebihi 30 miliar dolar AS atau Rp504 triliun.

Harga perangkat keras yang stabil dinilai sangat membantu Apple menjaga pangsa pasar. Ini adalah kunci di tengah persaingan sengit dengan merek-merek lain.

Tekanan margin dari perangkat keras dapat diimbangi dengan mudah. Kompensasi datang melalui pendapatan yang dihasilkan dari ekosistem layanan dalam jangka panjang.

Lini iPhone 18 Pro dan Pro Max diperkirakan akan diluncurkan sesuai jadwal tradisional Apple. Peluncuran resmi kemungkinan besar terjadi pada bulan September 2026 mendatang.

Keputusan penetapan harga akhir tentu saja akan sangat bergantung pada kondisi pasar global dan persaingan. Ini akan ditentukan menjelang peluncuran resmi dilakukan.

Apple menunjukkan komitmennya untuk mempertahankan harga terbaik bagi konsumen setia mereka di seluruh dunia. Mereka tetap menjaga kualitas terbaik dari lini Pro.

Pantau terus zonamerdeka.com untuk mendapat info terbaru.