Notification

×

Iklan

Iklan

Bikin Dompet Tebal! Segini Perbandingan Biaya Cas Mobil Listrik BYD vs Isi BBM

10 February 2026 | 8:02 PM WIB | Last Updated 2026-02-10T21:11:33Z

 

Perbandingan rinci biaya operasional mobil listrik BYD dengan mobil bensin konvensional yang membuktikan efisiensi biaya hingga tujuh puluh persen.


zonamerdeka.com - Tren peralihan ke kendaraan listrik di Indonesia kini semakin masif seiring dengan kesadaran masyarakat akan efisiensi biaya operasional jangka panjang yang sangat menguntungkan.


Banyak pemilik kendaraan konvensional mulai menghitung ulang pengeluaran bulanan mereka untuk membeli bahan bakar minyak yang harganya terus mengalami fluktuasi di pasar domestik saat ini.


Kehadiran mobil listrik asal pabrikan Tiongkok yaitu BYD memberikan jawaban nyata bagi konsumen yang menginginkan kemewahan sekaligus penghematan biaya harian yang sangat signifikan dan terasa nyata.


Perbandingan antara biaya pengisian daya listrik dengan pengisian bahan bakar minyak atau BBM menunjukkan angka yang cukup mengejutkan bagi banyak orang yang baru mengenal teknologi kendaraan listrik.


Secara rata-rata biaya yang dikeluarkan untuk menempuh jarak yang sama menggunakan listrik hanya memerlukan sekitar tiga puluh persen dari total biaya pengisian bahan bakar minyak jenis pertamax.


Jika sebuah mobil bensin kelas menengah membutuhkan biaya sekitar satu juta rupiah untuk perjalanan jarak jauh maka pengguna BYD hanya perlu mengeluarkan sekitar tiga ratus ribu rupiah saja.


Penghematan ini tentu menjadi daya tarik utama bagi para komuter di kota besar seperti Jakarta yang setiap harinya harus menembus kemacetan panjang yang memakan banyak konsumsi bahan bakar.


Selain biaya energi yang lebih murah mobil listrik BYD juga menawarkan keuntungan dari sisi pajak kendaraan bermotor yang mendapatkan insentif besar dari pemerintah Republik Indonesia tahun ini.


Pajak tahunan untuk mobil listrik murni jauh lebih terjangkau dibandingkan dengan mobil bermesin pembakaran internal yang memiliki kapasitas mesin serupa sehingga beban tahunan pemilik menjadi lebih ringan.


Tidak hanya soal pengisian energi biaya perawatan berkala untuk unit mobil BYD juga jauh lebih efisien karena tidak memerlukan penggantian oli mesin secara rutin setiap lima ribu kilometer.


Sistem penggerak listrik memiliki komponen yang jauh lebih sedikit dibandingkan mesin bensin sehingga risiko kerusakan mekanis pada bagian mesin dapat diminimalisir dengan sangat maksimal dan optimal.


Pengguna tidak perlu lagi memikirkan biaya penggantian busi filter udara mesin hingga pembersihan kerak karbon yang biasanya menjadi menu wajib saat melakukan servis rutin di bengkel resmi.


Fokus perawatan pada mobil listrik BYD umumnya hanya berkisar pada pengecekan sistem kelistrikan rotasi ban serta penggantian filter udara kabin agar sirkulasi udara tetap bersih dan segar.


Bagi keluarga muda yang sangat memperhatikan pengeluaran bulanan selisih biaya operasional ini dapat dialokasikan untuk kebutuhan penting lainnya seperti pendidikan anak atau investasi masa depan yang lebih produktif.


Kemudahan pengisian daya di rumah melalui fasilitas wall charger juga menambah kenyamanan karena pemilik tidak perlu lagi mengantre panjang di stasiun pengisian bahan bakar umum setiap pagi.


Proses pengisian daya dapat dilakukan pada malam hari saat tarif listrik tertentu berlaku sehingga biaya yang dikeluarkan menjadi jauh lebih murah dibandingkan mengisi daya pada jam sibuk.


BYD juga telah membekali setiap unit kendaraannya dengan manajemen energi yang sangat pintar sehingga konsumsi daya tetap efisien meskipun fitur pendingin udara digunakan secara maksimal selama perjalanan.


Keberadaan stasiun pengisian kendaraan listrik umum atau SPKLU yang semakin menjamur di berbagai pusat perbelanjaan dan rest area jalan tol semakin memudahkan mobilitas para pengguna mobil listrik.


Dengan segala keunggulan ekonomi tersebut tidak heran jika angka pemesanan unit BYD di Indonesia terus meroket tajam melampaui target awal yang telah ditetapkan oleh pihak manajemen perusahaan.


Masa depan mobilitas yang lebih bersih dan murah kini sudah ada di depan mata dan siap dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat Indonesia yang ingin beralih ke teknologi hijau. ***