ROHIl (zonamerdeka.com) – Polres Rokan Hilir menggelar Apel Kesiapsiagaan Rencana Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) sebagai langkah antisipasi menghadapi potensi kebakaran di wilayah Kabupaten Rokan Hilir. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Kamis (29/1/2026) pagi di Lapangan Apel Polres Rokan Hilir.
Apel kesiapsiagaan dipimpin langsung oleh Kapolres Rokan Hilir, AKBP Isa Imam Syahroni, S.I.K., M.H., dan diikuti oleh seluruh pejabat utama Polres Rohil, para Kapolsek jajaran, perwira, serta personel Polres Rokan Hilir.
Dalam kegiatan tersebut, Kapolres Rohil menekankan bahwa kondisi cuaca di wilayah Rokan Hilir mulai memasuki musim panas sehingga potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan semakin meningkat. Oleh karena itu, diperlukan kesiapsiagaan seluruh personel serta sinergi lintas sektor guna mencegah dan menanggulangi Karhutla sedini mungkin.
“Tahun 2025 Kabupaten Rokan Hilir menjadi wilayah dengan jumlah kejadian Karhutla terbanyak di Indonesia, dengan puncak kebakaran terjadi pada bulan Juli dan Agustus. Hal ini menjadi perhatian serius bagi kita semua,” tegas Kapolres dalam amanatnya.
Kapolres Rohil juga memerintahkan para Kapolsek jajaran untuk meningkatkan koordinasi dengan Camat, Danramil, BPBD, lurah, penghulu, serta seluruh unsur terkait guna mempersiapkan apel kesiapsiagaan Karhutla di tingkat kecamatan.
Selain itu, seluruh Bhabinkamtibmas dan Babinsa diminta aktif melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar serta tidak melakukan aktivitas yang berpotensi menimbulkan kebakaran.
Dalam apel tersebut turut dilakukan pengecekan sarana dan prasarana pendukung Karhutla, meliputi kendaraan operasional serta puluhan unit mesin pemadam Karhutla yang tersebar di Polres dan Polsek jajaran. Kapolres juga menekankan pentingnya perawatan dan kesiapan seluruh peralatan agar dapat digunakan secara maksimal saat dibutuhkan.
Kapolres Rohil menegaskan bahwa penanggulangan Karhutla harus dilakukan secara komprehensif melalui langkah preemtif, preventif, dan represif. Personel diminta meningkatkan patroli di wilayah rawan Karhutla, memaksimalkan pemantauan hotspot melalui aplikasi DLK, serta melakukan penegakan hukum tegas terhadap pelaku pembakaran lahan.
“Apel kesiapsiagaan ini bukan sekadar seremonial, melainkan wujud nyata kesiapan Polri bersama TNI, pemerintah daerah, dan seluruh elemen masyarakat dalam menghadapi ancaman Karhutla,” tambahnya.
Dengan dilaksanakannya apel kesiapsiagaan ini, Polres Rokan Hilir menyatakan siap siaga dalam menghadapi potensi bencana Karhutla serta berkomitmen untuk terus bersinergi dengan seluruh pihak demi menjaga lingkungan dan keselamatan masyarakat di Kabupaten Rokan Hilir. (Mam)
