Notification

×

Iklan

Iklan

Pasar Petani Garuda Mulai Dioperasionalkan, Bupati Bogor Dorong Penguatan Petani dan Ketahanan Pangan Daerah

31 January 2026 | 3:49 AM WIB | Last Updated 2026-01-30T20:49:31Z

 


Bogor, zonamerdeka.com- Bupati Bogor, Rudy Susmanto mulai mengoperasionalkan Pasar Petani Garuda sebagai langkah awal penguatan sektor pertanian dan ekonomi kerakyatan. Peninjauan dilakukan langsung oleh Bupati Bogor bersamaan dengan kegiatan festival buah yang diinisiasi oleh Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (Distanhorbun), di Pasar Petani Garuda jalan Tegar Beriman, Cibinong, jum'at (30/1/2026).


Pembangunan Pasar Petani Garuda saat ini baru mencapai sekitar 50 persen, sejumlah infrastruktur penunjang seperti lapak, toilet, dan musholla masih dalam tahap proses dan akan dilanjutkan pembangunannya pada tahun 2026. Meski demikian, pasar ini dijadikan sebagai proyek percontohan (pilot project) untuk pengembangan sentra petani di berbagai wilayah Kabupaten Bogor. 


"Petani tidak hanya dari Cibinong, karena Kabupaten Bogor memiliki potensi besar, mulai dari petani buah, tanaman hias, hingga sentra ikan konsumsi dan ikan hias. Karena itu, ke depan kami juga akan melakukan revitalisasi pasar-pasar ikan dan membuka sentra petani di kecamatan lainnya," ujar Bupati Bogor, Rudy Susmanto kepada Wartawan.


Ia melanjutkan, pemanfaatan Pasar Petani Garuda dilakukan secara tertib dan terdata. Para petani dikenakan biaya administrasi sebesar Rp100.000 per tahun untuk mencegah praktik jual beli lapak dan memastikan seluruh pelaku usaha tercatat resmi oleh Distanhorbun.


Lebih lanjut, selain penguatan pasar petani, Pemerintah Kabupaten Bogor juga akan terus mendorong pemanfaatan lahan tidur milik Pemerintah daerah untuk kepentingan masyarakat. Salah satunya melalui pembangunan dan revitalisasi hutan kota, yang terbukti memberikan dampak positif terhadap pengurangan banjir di sejumlah kawasan.


"Dalam rangka mendukung ketahanan pangan dan penghijauan, Pemkab Bogor juga menyiapkan kebijakan pembangunan desa sentra buah di 416 desa dan 19 kelurahan. Program ini disertai stimulus serta perlombaan sebagai upaya mendorong setiap desa dan kelurahan memiliki ketahanan pangan dan potensi unggulan di masing-masing wilayah. (Irvan)