ACEH SINGKIL, Zonamerdeka.com -- Sidang lanjutan perkara penipuan nomor 90/Pid.B/2025/PN Singkil dengan terdakwa Yakarim M Bin (alm) H. Munir kembali digelar di PN Singkil, Rabu (15/10/2025).
"Agenda pemeriksaan saksi pelapor dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) justru diwarnai aksi mangkir oleh pelapor utama, Breadley Alexander dari PT Delima Makmur.
Tak hanya tidak hadir, Breadley juga bahkan meminta agar mengikuti persidangan tadi melalui Zoom/Vidcon. Kami dari Tim Kuasa hukum Yakarim langsung menolak.
“Kami tegas menolak dengan sidang Zoom. Pelapornya harus hadir langsung di depan hakim, bukan bersembunyi di balik layar,” kata Kuasa Hukum Yakarim, M. Zahrul, SH.
Zahrul menyebut ketidakhadiran Breadley sebagai bentuk ketakutan, dan sekaligus pengkhianatan terhadap proses hukum.
“Breadley Alexander yang melaporkan Pak Yakarim ke Polda Aceh. Tapi ketika diminta mempertanggungjawabkan tuduhannya, dia tidak berani muncul. Itu jelas penghianatan terhadap penegakan hukum,” tegasnya.
Menurutnya, absennya pihak dari PT Delima Makmur bukan kejadian spontan, akan tetapi adanya indikasi kuat upaya menghindari fakta hukum.
“Ini bukan kendala teknis. Ini merupakan dari strategi menghindar. Dia pelapor sekaligus saksi pertama, tapi kabur saat diminta bicara didepan hakim. Alasan apa pun tidak bisa diterima,” ujarnya.
Zahrul menekan Majelis Hakim, bahwa agar mewajibkan kehadiran langsung Breadley pada sidang berikutnya.
“Kalau minggu depan dia masih mangkir dan ngotot Zoom, kami pastikan publik akan tahu bahwa laporannya manipulatif dan penuh dengan rekayasa. Itu bagian dari upaya untuk mengkriminalisasi Yakarim,” cetusnya.
Ia juga menyinggung secara keras, bahwa keberadaan PT Delima Makmur yang di sebutnya bertindak layaknya seperti penjajah dengan gaya baru.
“Ini bukan soal individu. Ini soal investasi rakus bergaya kolonial. Mereka kuasai tanah dan sumber daya masyarakat, tapi waktu di minta harus bertanggung jawab, mereka lari,” ujarnya tajam.
Dalam seruannya, Zahrul mengajak lapisan masyarakat untuk tetap mengawal jalannya proses hukum ini.
“Selama ini Pak Yakarim berdiri di depan membela hak-hak masyarakat Aceh Singkil. Jangan biarkan dia dikorbankan oleh elit - elit permainan hukum. Tetap hadir, tetap lawan ketidakadilan,” Pungkasnya.