ACEH SINGKIL, Zonamerdeka.com – Suasana didepan Pabrik PT Socfindo Kebun Lae Butar, Aceh Singkil, Kamis (28/8/2025), mendadak tegang.
Puluhan mahasiswa dan pemuda tergabung dalam Gerakan Aliansi Pemuda Aceh Singkil (GASPAS) menggelar aksi unjuk rasa, namun aksi damai tersebut nyaris tercoreng oleh kehadiran sejumlah orang tak dikenal (OTK) yang disebut-sebut berlagak layaknya preman bayaran.
Bagi mahasiswa, kehadiran mereka bukan sekadar provokasi biasa. Hal Itu dianggap sebagai upaya nyata melemahkan semangat juang mahasiswa dan pemuda yang tengah menyuarakan dugaan pelanggaran Socfindo.
“Ini jelas mencederai demokrasi! Kalau perusahaan merasa benar, hadapi kritik secara terbuka, bukan dengan menghadirkan preman bayaran. Ini pelecehan terhadap kebebasan berekspresi,” tegas Aidil Syahputra, Koordinator Aksi GASPAS, dengan lantang.
Hal senada juga disampaikan M. Yunus, Koordinator Lapangan, yang mendesak kepolisian bertindak tegas.
“Polisi tidak boleh menutup mata. Premanisme didepan mata tidak bisa dibiarkan. Kami minta Polres Aceh Singkil segera menangkap dan memproses orang-orang itu secara hukum,” ujarnya.
Meski sempat diwarnai intimidasi, semangat massa tak surut. Justru, mereka mengaku semakin yakin untuk melawan. “Semakin ditekan, rakyat akan semakin kuat. Karena hak kami diinjak dengan cara-cara kotor dan tidak bermartabat,” sambung massa aksi dalam orasi.
Dua Tuntutan GASPAS
1. Segera pindahkan fasilitas PT Socfindo dari kawasan permukiman kota. Hal ini sesuai UUD No. 5 Tahun 1960 tentang Pokok-Pokok Agraria dan Qanun Aceh Singkil No. 2 Tahun 2013 tentang Tata Ruang, seiring habisnya izin HGU perusahaan.
2. Usut dugaan pelanggaran hukum terkait kawasan lindung/sepadan sungai yang dilakukan PT Socfindo, serta lakukan pemulihan lingkungan terdampak.
Aksi yang berlangsung, akhirnya bubar tertib dengan pengawalan aparat. Namun gema orasi mahasiswa masih menyisakan tanda tanya besar:
"Apakah polisi akan segera menindak tegas praktik premanisme yang dituding merusak demokrasi di Bumi Syekh Abdurrauf Singkil ini?." (Sakdam Husen)