Notification

×

Iklan

Iklan

Tentara Akan Israel invasi Rafah dalam 72 jam

01 Mei 2024


 



Jakarta, zonamerdeka.com -- Media Israel mengutip dari sumber militer yang mengatakan tentara Israel siap menginvasi Rafah di Jalur Gaza selatan dalam 72 jam jika gencatan senjata tidak tercapai. Hal itu sesuai dikutip dari Antaranews pada (1/5/2024).


Sebuah laporan dibuat oleh situs berita Israel Ynet bahwa Kepala Staf Militer Israel, Herzi Halevi, membenarkan rencana akhir serangan militer ke Rafah. Rencana tersebut mencakup pemindahan warga sipil ke wilayah di Jalur Gaza tengah.


Sebuah sumber disitus web, yang tidak disebutkan namanya, mengatakan bahwa tank tentara Israel dan pasukan telah bersiap di perbatasan Gaza dan siap menyerang jika diberi izin.


Situs tersebut menyatakan bahwa waktu empat puluh delapan hingga tujuh puluh dua jam ke depan sangat penting untuk mencapai kesepakatan dengan kelompok Hamas atau memulai serangan terhadap Rafah.


Media Israel melaporkan pada Senin bahwa delegasi Israel dijadwalkan pergi ke Mesir untuk bertemu dengan pejabat keamanan Mesir dalam upaya mendorong gencatan senjata di Gaza.


Pada Senin, Mesir juga mengkonfirmasi bahwa ada proposal baru untuk gencatan senjata di Jalur Gaza yang diblokade.


Dalam pertemuan Forum Ekonomi Dunia yang diadakan di Arab Saudi, Menteri Luar Negeri Mesir Sameh Shoukry menyatakan bahwa ada usulan untuk mencapai gencatan senjata di Gaza.


Tujuan dari perundingan intensif Mesir dengan delegasi Israel dan Hamas adalah untuk mencapai gencatan senjata di Gaza.


Rafah adalah wilayah terakhir di wilayah kantung di mana Israel belum secara resmi mengumumkan kehadiran pasukan militernya untuk terus menyerang warga Palestina.


Sementara 9.100 warga Palestina dipenjara di Tel Aviv, Hamas menyandera 130 warga Israel.

Sebagai imbalan pertukaran sandera-tahanan dengan Tel Aviv, Hamas menuntut diakhirinya serangan mematikan Israel di Jalur Gaza dan penarikan pasukan Israel dari wilayahnya.

Pada November 2023, kesepakatan sebelumnya melibatkan pembebasan 81 warga Israel dan 24 warga asing dengan imbalan 240 warga Palestina, termasuk 71 wanita dan 169 anak. (*) 





ikuti zonamerdeka.com di Google News

klik disini


close