Aceh Singkil

PJ. Bupati, Marthunis Fokuskan Dana APBK, Pembangunan Sanitasi Air Bersih di Aceh Singkil

Oleh adminMonday, December 05, 2022

 


Aceh Singkil, Zonamerdeka.com -- Kalau kita lihat tren pendapatan Kabupaten Aceh Singkil kita, Saya melihat semacam terperangkap di pendapatan rendah (low income trap). 


Dimana, Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kita, Mengalami stagnan, Bahkan dana transfer turun terus, termasuk pembagian dana otonomi khusus di Daerah ini," Kata PJ. Bupati Marthunis, ST,. DEA. Minggu, (04/11/2022).


Pj Bupati Aceh Singkil Marthunis mengatakan bahwa salah satu penyebab penghambat pembangunan di Aceh Singkil adalah rendahnya kapasitas fiskal atau kemampuan keuangan daerah," tungkasnya 


Bahkan, Salah satu tantangan terberatnya adalah pembangunan Kabupaten Aceh Singkil menjadi terhambat, Karna kapasitas fiskal ini. "Daerah ini paling rendah kapasitas fiskalnya di tingkat Propinsi Aceh," Jelasnya 


Bahkan, Kalau kita melihat kondisi Kabupaten saat ini, Sedang terperangkap dengan pendapatan rendah (Low income trap)," Tambahnya 


Ia mengatakan bahwa penyebab dana transfer terus menurun dikarenakan belum menyiapkan dokumen readiness criteria (kriteria prasyarat) pengajuan terutama Dana Alokasi khusus (DAK). 


"Salah satu penyebab kenapa dana transfer kita terus turun adalah kita tidak menyiapkan dokumen readiness criteria (kriteria prasyarat) untuk pengajuan dana di pusat, terutama untuk DAK (Dana Alokasi Khusus).


Ia pun mengatakan, bahwa pada tahun 2023 pemerintah sudah mempersiapkan readiness criteria (kriteria prasyarat) itu, untuk pengajuan beberapa program yang telah dituangkan di dalam rancangan KUA-PPAS," Kata Dia 


Selanjutnya, Seperti pengusulan RISPAM untuk Infrastruktur Air bersih, RP3KP untuk infrastruktur kawasan pemukiman, dan PKRMS untuk Infrastruktur jalan dan jembatan. 


"Insyaallah dalam Rancangan KUA PPAS kita mengusulkan beberapa readiness criteria. (Seperti) RISPAM untuk DAK Infastruktur air bersih/air minum, RP3KP untuk Infrastruktur kawasan permukiman (drainase, persampahan, sanitasi) dan PKRMS (Provincial/Kabupaten Road Maintenance System) untuk Infrastruktur Jalan dan Jembatan," Imbuhnya 


Menurut dia program itu adalah salah satu langkah pemerintah agar bisa keluar dari 'perangkap' pendapatan rendah tersebut. "Dokumen-dokumen perencanaan ini lah yang menjadi modal kita untuk membiayai pembangunan infrastruktur dasar di Aceh Singkil.


" Ini salah satu cara kita keluar dari perangkap tersebut, selain meningkatkan PAD," Untuk itu, ia mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk sama-sama berjuang mengambil dana dari pusat tersebut. 


"Sama-sama kita berjuang mengambil kue di pusat, jangan habiskan energi rebutan kue kecil APBK Aceh Singkil, apalagi jika tidak menyelesaikan target kinerja,"ujarnya.


Ia menyatakan pembangunan dan penyediaan air bersih sangat diprioritaskan pada tahun depan, karena itu merupakan kebutuhan dasar terutama soal kesehatan. "Air bersih merupakan prioritas. 


Bagi saya air bersih lebih prioritas daripada infrastruktur lainnya. Air bersih kebutuhan dasar dan menyelesaikan banyak hal dari kesehatan hingga investasi. Untuk Kabupaten Singkil di Tahun 2023.


Kita juga telah merencanakan alokasi lumayan besar (untuk ukuran APBK Singkil) penyelesaian air bersih di Ibu Kota Kabupaten juga di Suro," sebutnya. 


Bahkan, Tahun 2022 ini Dinas PUPR Aceh Singkil telah mengoperasikan SPAM Lae Petal. Dan pada tahun 2023 rencananya pemerintah akan melakukan pembangunan revitalisasi booster dan jaringan pipa. 


"Pada Tahun 2022 ini SPAM di Lae Petal menurut PUPR akan beroperasi untuk melayani Bulu Sema dan Pangkalan Sulampi hingga letter S. Tahun 2023.


Dilanjutkan revitalisasi booster di letter S dan jaringan Pipa hingga ke Mandumpang," ungkapnya. Ia pun minta doa dan dukungan dari masyarakat, Agar dapat menyelesaikan berbagai persoalan dan permasalahan di negeri batuah ini. 


Dimana salah satunya adalah kurangnya penyediaan air bersih di wilayah di dalam kabupaten Aceh Singkil, sehingga masih ada di dapati melakukan 'BAB' sembarangan.


" Untuk Kecamatan Suro masih banyak BAB sembarangan, salah satunya karena air bersih tidak tersedia. Begitu juga di Danau Paris, Pulau Banyak dan Pulau Banyak Barat. Bahkan Kabupaten Aceh Singkil adalah kawasan air Sungai terbesar dengan populasi danau terbanyak di Aceh.


Jika penanganan air bersih saja tidak tertangani dengan baik, Maka hidup bersih dan Sehat, Hanya bisa diwujudkan dalam kebersamaan, Salin bahu - membahu, Menyelesaikan permasalahan di Daerah Kabupaten Aceh Singkil ini," tuturnya.


Sakdam Husen

Baca Juga: Aceh Singkil