Bangka, zonamerdeka.com - Program menyapa petani merupakan tugas pokok Polri untuk melindungi, mengayomi dan melayani masyarakat yang diturunkan oleh Kapolri menjadi program presisi dalam membangkitkan ekonomi dimana salah satu pilarnya adalah HKTI. Untuk itu mengajak semua unsur masyarakat ikut serta dalam membangun kembali kebangkitan ekonomi pasca Covid - 19.
Hal itu disebutkan Kapolres Bangka AKBP Indra Kurniawan, S.H, S.IK, M.Si. dalam giat HKTI Bangkit Polres Bangka Presisi Menyapa Petani, Sabtu (03/12/2022) dilingkungan Desa Rebo, Kecamatan Sungailiat, Bangka.
Dikatakan AKBP Indra Kurniawan, semoga dengan adanya kegiatan ini dapat meningkatkan kualitas kelompok tani yang ada di wilayah Kabupaten Bangka serta kegiatan yang telah di rencanakan dapat berjalan dengan baik dan lancar. Visi dan misi dilaksanakan, tidak lain adalah untuk membantu masyarakat agar tidak bergantung kepada satu pekerjaan, yaitu
penambangan timah saja,
"Kita harapkan para penambang dapat belajar juga untuk bertani, yang mana ini suatu kegiatan yang dapat meningkatkan perkenomian di masyarakat. Ayo kita bangun komponen dan unsur masyarakat untuk ikut serta dalam membangun kembali kebangkitan ekonomi pasca Covid - 19,"jelasnya.
Ditempat yang sama, Bupati Bangka Mulkan SH, MH., mengatakan kegiatan Polres tanggap bertani yang diselenggarakan oleh DPD HKTI Babel ini, dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui hasil hutan, dengan berbagai jenis komoditi pertanian dan perkebunan seperti tanaman karet, pinang, kopi, kakao, singkong serta taman hortikultura lainnya,
"Saya selaku kepala daerah mengharapkan jangan banyak teori dalam tata kelola perhutanan sosial. sehingga masyarakat dapat dengan mudah mengakses dan memanfaatkan kawasan yang ada di kabupaten bangka setelah pasca pertambangan untuk pertanian, " tutur Mulkan.
Ditambahkan bupati Bangka, hutan merupakan faktor penting sebagai paru-paru dunia. Tentunya bila dikelola dengan bijak, maka hutan dapat sebagai sumber mata pencarian masyarakat yang berada didalam dan sekitar kawasan hutan,
"Melalui Program Penguatan Perhutanan Sosial (P3S) memberi akses kelola kepada masyarakat di dalam dan di luar kawasan hutan melalui 5 (lima) skema. Yaitu hutan desa, hutan kemasyarakatan, hutan tanaman rakyat, hutan adat dan kemitraan kehutanan,"ujar Mulkan.
Dalam kegiatan juga dilakukkan penanaman 50 bibit pohon jambu mente dan juga dilakukan dialog interaktif. (eru)