Gunungsitoli, zonamerdeka.com - Perangkat Desa Tuhegeo II, Kecamatan Gunungsitoli Idanoi, Kota Gunungsitoli, Sumatera Utara diduga malas dan lalai akan tugas dari jabatan sebagai aparatur pemerintah desa setempat.
Menurut keterangan warga, kinerja pemerintah desa tak seperti pelayanan kantor desa pada umumnya karena kurangnya kedisplinan kepemimpinan kepala desanya.
"Sayang sekali, ibarat tidak berpenghuni dan layaknya jadi rumah hantu dengan posisi pintu terkunci rapi. Padahal, masih posisi jam kerja, "Ungkap Warga inisial SH. Rabu (05/10/2022).
Ditegaskanya, kemarin itu saya lihat cuman salah seorang staf desa untuk menyapu kantor desa dan memasang dan menurunkan bendera, selesai itu nampaknya pulang.
"Dari sinilah dapat diambil kesimpulan bahwa aparat desa Tuhegeo II sangat kurang disiplin dan terkesan mengabaikan amanah yang diemban. Baiknya, selalu mematuhi aturan kerja yang semestinya, "tuturnya.
Menurutnya, ia menilai contoh kurang baik yang ditunjukkan pemerintah desa dan malah mereka mengutamakan urusan pribadi saat jam kerja dengan berkeliaran dikebun masing-masing.
"Padahal tidak ada alasan lagi malas ngantor. Hak sudah diperhatikan, kewajiban harus dikedepankan di karenakan perangkat Desa sekarang gajinya setara dengan ASN golongan IIA, "tuturnya.
Dianya juga berharap kepada pemerintah Kota Gunungsitoli melalui Dinas PMD dan pihak Kecamatan Gunungsitoli Idanoi untuk mengkroscek kinerja perangkat desa tersebut dan dapat memberi tindakan sesuai aturan yang berlaku.
Ditempat berbeda, salah seorang perangkat desa yang tidak mau disebut namanya bahwa itu benar sering terjadi dan bahkan ada banyak perangkat desa yang berturut-turut dalam satu minggu tidak hadir atau tidak aktif.
"Ia memang hampir rata rata tidak aktif. Ada yang satu minggu berturut-turut dan bahkan ada yang satu bulan tidak pernah menginjakkan kaki di kantor desa sehingga kami juga ikut ikutanlah, "Cetusnya.
Kepala Desa Tuhegeo II, Yaredi Laoli saat dikonfirmasi mengatakan bahwa yang menjadi alasan aparat desanya tidak aktif masih belum diketahui.
"Kecuali, kalau kadang ada yang minta izin karena dia sakit dan keluarganya sakit. Itupun tidak semua alasan itu diterima, "Ungkapnya.
Lebih lanjut, Yaredi mengaku tidak ada aparatnya yang berturut turut tidak aktif berkantor dalam seminggu bahkan berbulan-bulan dan dinilai terkesan melindungi.
"Tindakan kita akan kasi peringatan lisan dan baru di kasi surat peringatan 1,2, dan 3, "Pungkasnya. (YL)