Gunungsitoli

Astaga..!! Ketua BPD Nilai Oknum Pj Kades Fowa Diduga Bohongi Publik

Oleh adminSunday, August 21, 2022

 


Gunungsitoli, zonamerdeka.com - Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Fowa, Kecamatan Gunungsitoli Idanoi, Kota Gunungsitoli menduga oknum Pj Kepala Desa (Kades) Fowa, Elriansyah Gulo telah melakukan pembohongan publik.


Alasannya terkait pemberitaan dalam pernyataan Pj Kades Fowa melalui media online tertentu beberapa hari yang lalu. Hal ini disampaikan Ketua BPD Desa Fowa, Sufrin Aceh kepada beberapa awak media di kediamannya. Sabtu (20/08/2022)


"Dalam pernyataan Pj Kades Fowa Elriansyah Gulo kemarin itu  mengatakan tidak ada perangkat desa yang merangkap pekerjaan. Itu jelas pembohongan publik, " tegasnya.


Dijelaskannya, terkait tentang perangkat desa yang Double Job itu yang seyogyanya dapat kami mengetahui jika sudah mengundurkan diri.


Adapun nama nama perangkat desa yang merangkap jabatan itu yakni Darmawangsa Tanjung (Kadus Dusun I), Apriman Jaya Tanjung (Kaur Program) dan Aimansyah Gulo (Kasi Pemerintahan).


"Jauh sebelumnya sudah pernah melakukan konsultasi tentang hal ini. Namun, sedikit kecewa dimana penyampaian kepada kami bahwa BPD tidak perlu tau dan tidak ada urusan, "Ujarnya.


Lebih lanjut, mengenai lokasi pembangunan Pelelangan Ikan (TPI) jauh sebelumnya kita sudah pernah mengingatkan pemerintahan desa agar surat hibah atau dasar dasarnya harus dibuat sehingga kedepannya tidak terjadi suatu permasalahan di dalam desa.


"Yang punya tanah selalu menagih kami sebagai BPD tentang sertifikat tanahnya agar bisa dipecahkan dan sampai sekarang masih belum diurus oleh Pemerintah desa, "Tuturnya.


Ditempat berbeda, Ama Alfin Bate'e sangat berharap kepada pemerintah desa supaya dapat dipecahkan sertifikat tanahnya yang sudah dihibahkan sebagai lokasi Tempat Pelelangan Ikan (TPI) sesuai syarat perjanjian sebelumnya. 


"Kalau memang nanti tidak terealisasi bulan oktober 2022 ini maka tanah yang sudah saya hibahkan akan saya tarik kembali karena sudah tiga tahun telah menunggu janji ke janji dan sampai detik ini belum ada realisasi, "tegasnya.


Sedangkan, salah seorang warga Desa Fowa, Warniman Harefa menyatakan bahwa terkait beberapa item kegiatan Dana Desa baik itu pemberdayaan maupun pembangunan fisik sangat banyak yang tidak sesuai dengan mekanisme pelaksanaan.


"Kami minta pemerintah daerah  melalui inspektorat Kota Gunungsitoli untuk melakukan pengauditan ADD dan DD khususnya di desa Fowa secara menyeluruh semenjak kepemimpinan Pj Kades Fowa diduga kuat adanya indikasi korupsi, "Pungkasnya. (YL)

Baca Juga: Gunungsitoli