Bangka, zonamerdeka.com -Untuk menutup kebutuhan JKN (Jaminan Kesehatan Nasional) di Kabupaten Bangka dibutuhkan anggaran Rp.6,2 miliar bagi peserta, non aktif. Hal itu diungkapkan Bupati Bangka, Fery Insani usai giat advokasi kemitraan pembiayaan JKN nonaktif, kelompok prioritas di Kabupaten Bangka, Rabu (23/09/2026) di Kantor Bupati Bangka.
Kepada sejumlah wartawan Fery Insani mengatakan, bahwa di Kabupaten Bangka, ada 19.077 peserta nonaktif desil 1 hingga 5 dari total keseluruhan 50.371 peserta nonaktif JKN. Untuk mengatasi anggaran yang dibutuhkan pemerintah Kabupaten Bangka akan menggandeng perusahaan perkebunan, pertambangan, BLUD rumah sakit serta puskesmas untuk bersama-sama pembiayaan JKN kolaboratif Kabupaten Bangka.
Dijelaskan Fery Insani, terkait pembiayaan JKN, akan disalurkan melalui Badan Amil Zakat Nasional Kabupaten Bangka. Tapi jika pendapatan Pemkab Bangka naik maka pembiayaan JKN ini akan ditanggung pemerintah daerah. Mengingat tahun ini, tidak ada utang Pemkab Bangka, ke BPJS, "Saya berharap JKN 1.9077 peserta non aktif desil 1 hingga 5 bisa diaktifkan, " terangnya.
Ditempat yang sama Nora Sukma Dewi, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka mengatakan, kepersertaan BPJS Penerima Bantuan Iuran (PBI) dari pemerintah pusat, banyak yang dinonaktifkan. Disisi lain kondisi keuangan pemerintah Provinsi Bangka Belitung ada pengurangan, karena efisiensi anggaran,
"Otomatis berimbas kepada kepesertaan BPJS di Kabupaten Bangka yang dinonaktifkan. Kemudian PBI JK yang dari APBN juga banyak yang dinonaktifkan, "ujarnya. (heru)
