![]() |
| Daftar kayu termahal di Indonesia seperti jati, merbau hingga sonokeling. Nilai ekonominya tinggi dan digunakan untuk furnitur premium. |
zonamerdeka.com - Indonesia dikenal sebagai negara dengan kekayaan sumber daya alam yang melimpah, termasuk berbagai jenis kayu bernilai ekonomi tinggi yang banyak dimanfaatkan dalam industri furnitur.
Kayu-kayu tersebut memiliki karakteristik kuat, tahan lama, serta memiliki nilai estetika yang tinggi sehingga banyak digunakan untuk pembuatan mebel berkualitas.
Produk furnitur berbahan kayu unggulan tersebut turut dipamerkan dalam ajang Indonesia International Furniture Expo (IFEX) 2025 yang digelar di JIExpo Kemayoran, Jakarta.
Pameran tersebut diselenggarakan oleh Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) dan menghadirkan berbagai produk furnitur dari pelaku industri dalam negeri.
Lebih dari 500 tenant dari berbagai sektor turut berpartisipasi dalam pameran tersebut dengan membawa produk inovatif yang memadukan unsur tradisional dan desain modern.
Partisipasi ratusan peserta tersebut menunjukkan antusiasme tinggi pelaku industri serta memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pusat furnitur global.
Marketing Krudut Furniture, Tina Marlina, menyampaikan bahwa kayu jati menjadi bahan utama dalam pembuatan furnitur yang diproduksi perusahaannya.
Ia menyebutkan bahwa sebagian besar produk menggunakan kayu jati dan mindi sebagai bahan baku utama dalam proses produksi.
Menurutnya, penggunaan kayu mahoni biasanya dilakukan berdasarkan permintaan khusus dari pelanggan yang menginginkan jenis kayu tertentu.
Sementara itu, Antonius Suhandoyo dari HIMKI menjelaskan bahwa beberapa perusahaan furnitur Indonesia juga menggunakan kayu jati untuk kebutuhan ekspor.
Ia menyebutkan bahwa salah satu perusahaan yang mengekspor produknya ke Amerika Serikat menggunakan kayu jati sebagai bahan utama.
Menurutnya, sekitar 70 persen hasil produksi perusahaan tersebut diekspor, dengan 50 persen di antaranya dikirim ke pasar Amerika Serikat.
Antonius menjelaskan bahwa kayu jati dipilih karena memiliki kekuatan yang baik serta stabilitas dimensi yang tinggi.
Kayu tersebut dinilai tidak mudah berubah bentuk akibat perubahan suhu maupun kelembapan.
Selain itu, kayu jati memiliki patina alami yang akan semakin indah seiring bertambahnya usia penggunaan.
Jika diamplas kembali, warna kayu jati juga dapat kembali ke warna naturalnya sehingga tetap menarik secara visual.
Kayu Jati dan Nilai Ekonominya
Kayu jati dikenal sebagai salah satu jenis kayu paling kuat dan tahan lama di Indonesia.
Kayu ini juga mengandung minyak alami yang membuatnya tahan terhadap serangan serangga serta jamur.
Karena ketahanannya terhadap air, kayu jati sering digunakan untuk pembuatan furnitur mewah hingga konstruksi kapal.
Harga kayu jati bervariasi tergantung kualitas serta sumbernya.
Kayu jati Perhutani dengan kualitas premium diperkirakan memiliki harga sekitar Rp15.000.000 hingga Rp20.000.000 per meter kubik.
Sementara itu, kayu jati rakyat dengan kualitas menengah memiliki kisaran harga sekitar Rp8.000.000 hingga Rp12.000.000 per meter kubik.
Jika dibandingkan dengan harga emas, nilai kayu jati premium disebut setara dengan sekitar 12 gram emas.
Pada 7 Maret 2025, harga emas Antam tercatat sekitar Rp1,69 juta per gram.
Kayu Merbau hingga Mindi
Selain jati, kayu merbau juga termasuk dalam kategori kayu bernilai tinggi di Indonesia.
Kayu yang banyak berasal dari wilayah Papua dan Maluku ini memiliki warna coklat kemerahan dengan pola serat yang menarik.
Kayu merbau dikenal tahan terhadap rayap serta kelembapan tinggi sehingga cocok digunakan di wilayah beriklim tropis.
Material ini juga sering digunakan untuk lantai premium maupun konstruksi berat.
Harga kayu merbau diperkirakan berkisar antara Rp6.000.000 hingga Rp9.000.000 per meter kubik.
Jenis kayu lainnya adalah sonokeling yang juga dikenal sebagai rosewood Indonesia.
Kayu ini memiliki warna gelap eksotis dengan pola serat unik sehingga sering digunakan untuk furnitur mewah dan alat musik.
Sonokeling juga dikenal memiliki kemampuan resonansi suara yang baik sehingga kerap dipakai untuk gitar maupun piano.
Harga kayu sonokeling diperkirakan berada di kisaran Rp10.000.000 hingga Rp15.000.000 per meter kubik.
Selain itu terdapat kayu mahoni yang memiliki warna merah kecoklatan serta serat halus.
Kayu mahoni sering dijadikan alternatif yang lebih terjangkau dibandingkan kayu jati untuk pembuatan furnitur.
Harga kayu mahoni diperkirakan berada pada kisaran Rp5.000.000 hingga Rp7.000.000 per meter kubik.
Jenis terakhir adalah kayu mindi yang kerap digunakan untuk furnitur ringan serta dekorasi interior.
Kayu ini memiliki warna coklat muda hingga kemerahan dengan pola serat yang cukup menarik.
Kayu mindi juga dikenal mudah diolah serta diukir sehingga banyak digunakan dalam berbagai desain furnitur.
Harga kayu mindi diperkirakan berkisar antara Rp3.000.000 hingga Rp4.500.000 per meter kubik.
Pemilihan jenis kayu yang tepat dinilai penting dalam industri furnitur karena berkaitan dengan kualitas serta daya tahan produk.
Dengan memahami karakteristik serta nilai ekonomi masing-masing jenis kayu, produsen dapat menghasilkan furnitur yang sesuai dengan kebutuhan pasar. ***