ACEH SINGKIL, Zonamerdeka.com -- Pasca banjir yang melanda sejumlah wilayah, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Aceh Singkil langsung tancap gas. Fogging / pengasapan massal digelar di berbagai kecamatan untuk mencegah ancaman wabah penyakit, yakni khususnya Demam Berdarah Dengue (DBD).
Langkah ini dilakukan menyusul meningkat nya risiko berkembang biaknya nyamuk di genangan air, terhadap sisa-sisa banjir yang kini mengancam kesehatan warga.
Fogging difokuskan untuk memberantas nyamuk-nyamuk dewasa sekaligus menekan populasi vaktor penyakit yang kian terus meningkat dilingkungan permukiman.
Sejumlah kecamatan yang menjadi sasaran antara lain Singkil, Singkil Utara, Kecamatan Gunung Meriah, Kecamatan Suro Makmur, dan Simpang Kanan, Kota Baharu, Danau Paris, hingga Singkohor.
Kegiatan tersebut telah dimulai sejak pada pertengahan Desember 2025 lalu dan sudah dilaksanakan secara bertahap dengan ikut melibatkan banyak pihak, mulai dari tim kesehatan Polres Aceh Singkil, PMI Aceh Singkil, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Aparatur Desa, hingga stakeholder terkait lainnya.
Dilain Sisi, Plt Kepala Dinas Kesehatan Aceh Singkil, Mursal menegaskan, bahwa fogging pasca banjir ini bukan sekadar rutinitas, akan tetapi upaya serius kita untuk menyelamat kan masyarakat dari ancaman penyakit mematikan.
“Fogging itu dilakukan untuk membunuh nyamuk dewasa diwilayah terdampak banjir, serta meminimalisir populasi vektor penyakit akibat genangan air, serta untuk mencegah DBD dan penyakit lain seperti malaria,” Kata, Mursal, Senin (29/12/2025)
Ia juga mengingatkan bahwa pengasapan tidak hanya menyasar nyamuk, tetapi juga serangga dan hama lain yang berpotensi membawa penyakit.
Tak berhenti sampai disitu, Dinas Kesehatan Aceh Singkil turut mengimbau masyarakat agar tetap aktif membersihkan lingkungan dan melakukan pemberantasan pada sarang nyamuk secara mandiri demi memutus mata rantai penyebaran penyakit.
"Untuk diketahui, bahwa sumber pendanaan kegiatan fogging pascabanjir ini bersumber dari bantuan Presiden RI Prabowo Subianto dalam penanganan wilayah terdampak banjir di Kabupaten Aceh Singkil Tahun 2025.
Sebelumnya, bahwa pemerintah pusat telah mengucurkan dana sebesar Rp 4 miliar, yaitu kepada 52 kabupaten/kota yang terdampak bencana di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat guna untuk memperkuat penanganan bencana dan dampak pasca bencana."tutup
