Dok : Anggota Komisi III DPRK Aceh Singkil, Doni, Fairuz Akhyar, Merisa dan Kepala Pabrik PT Nafasindo, Yasir saat turun ke lokasi limbah perusahaan
ACEH SINGKIL, Zonamerdeka.com – Komisi III DPRK Aceh Singkil desak PT Nafasindo memberikan penjelasan terbuka sekaligus bertanggung jawab atas jebolnya kolam limbah yang mencemari Sungai Lae Gombar.
"Kejadian ini berdampak pada masyarakat di empat desa sekitar, terutama para nelayan tradisional yang menggantungkan hidup dari hasil sungai.
Anggota DPRK, Doni, menegaskan hal itu saat melakukan peninjauan langsung ke pabrik PT Nafasindo di Kecamatan Kota Baharu, Rabu (10/9/2025).
“Ini menyangkut hak hidup masyarakat. Air sungai sudah tercemar, nelayan dirugikan. Jangan sampai perusahaan hanya berjanji tanpa realisasi,” tegas Doni.
Sementara itu, anggota Komisi III lainnya, Riski, menyoroti teknis pengelolaan limbah, termasuk jarak kolam dengan aliran anak sungai.
“Kita ingin tahu sejauh mana sistem yang di terapkan. Jangan sampai ada kelalaian yang membahayakan warga,” ujarnya.
Menanggapi hal itu, dari pihak perusahaan, Kepala Pabrik PT Nafasindo, Yasir, mengakui adanya kelalaian yang menyebabkan kolam limbah jebol.
Menurutnya, peristiwa itu terjadi dikarenakan kombinasi musim kemarau panjang yang menyebabkan retakan tanah, serta curah hujan tinggi pada akhir pekan.
“Memang limbah kami jebol, tetapi bukan di sengaja. Kejadian ini tidak ada yang disini menginginkan,” jelas Yasir.
Ia menambahkan, jarak kolam limbah ke anak sungai sekitar 50 meter. Saat ini perusahaan mengelola sembilan kolam dengan sistem Land Application (LE), di mana limbah cair dimanfaatkan sebagai pupuk organik untuk kebun sawit.
Sebagai bentuk tanggung jawab, pihak perusahaan berjanji akan memenuhi tiga poin utama:
1. Memberikan kompensasi kepada warga terdampak.
2. Menabur benih ikan untuk memulihkan ekosistem sungai.
3. Melakukan normalisasi terhadap lumpur endapan limbah di aliran air sungai yang tercemar.
“Itu janji perusahaan kami. Kami juga sudah bertemu tokoh masyarakat, meski belum ada berita acara resmi karena masih tahap awal,” Pungkas Yasir. (Sakdam Husen)