Bangka, zonamerdeka.com - Program MBG (Makan Bergizi Geratis) untuk para pelajar SD, SMP, SMA di Kabupaten Bangka, sudah berjalan dengan baik. Hanya ada beberapa pelajar tidak cocok dengan rasa masakan.
Hal itu diungkapkan, Letjen Purn Yoedhi Swastanto.MBA Stafsus Menkopolhukam, kepada sejumlah wartawan saat meninjau langsung pembagian makan geratis, Kamis (28/08/2025) di SDN 14 Pemali, Kabupaten Bangka.
Menurut Yoedhi Swastanto bahwa secara pendistribusian, menu, gizi, itu sudah memenuhi standar dampak kalori, protoin sudah dihitung oleh ahli gizinya. Kemudian waktu penerimaan dan sasaran sudah tepat, "Namun saya lihat, rasa makanan, ada beberapa anak-anak masa kini, ada yang kurang cocok dengan menu yang sudah standar gizi. Yaitu soal rasa, " jelasnya.
Dia menambahkan mereka para pelajar SD, tidak melihat kalori, protoin makanan yang ada. Makanya kadang ada yang dimakan habis disekolahan dan juga ada yang tidak habis dibawa pulang kerumah, "Seyogyanya para pelajar makan dihabiskan disekolahan dan jangan dibawa pulang kerumah, " ujar Letjen Purn Yoedhi Swastanto.
Untuk itu lanjut Yoedhi Swastanto, berharap agar anak-anak harus diberi pengertian terkait makanan bergizi. Hal itu tugas para guru untuk memberi tahu kepada para siswa bahwa makanan yang dibagikan itu, makanan bergizi, "Soal lancar tidak lancar, semua tergantung dari semua tim yang bekerja menjalankan program MBG. Tentunya pihak perangkat-perangkat desa juga harus ikut mengawasi, " harapnya.
Usai meninjau di SDN 14 Pemali, rombongan yang didampingi, Pj Sekda Bangka, Thoni Marza, Pj Kepala Dinas Pendidikan Bangka, Yudi, dan Camat Pemali, Aditya, Danramil 0413-01 Sungailiat, Mayor Ch Bagyo Santoso, meluncur ke dapur tempat masak MBG dan berkunjung ke SMA N 1 Pemali, Bangka. (eru)