Bangka, zonamerdeka.com - Maju ikut kompetisi pada pemilihan kepala daerah ulang Bangka 2025, tidak sekedar meramaikan atau ikut-ikutan. Tapi maju untuk menang dan tidak ada kata kalah. Hal itu ditegaskan Rustam Jasli bakal calon bupati Bangka, ketika ditemui, kemaren di Sungailiat.
Menurutnya maju di pemilihan kepala daerah merupakan panggilan hati, sebagai putera asli daerah Bangka. Karena bagi dirinya, kabupaten Bangka jauh tertinggal dari kabupaten lain yang ada di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Padahal sektor perkebunan sawit bagus, serta sektor pertambangan bagus. Namun demikian semua tidak bisa dioptimalkan dan kita tidak bisa menyalahkan para pemimpin pemimpin sebelumnya, "Untuk itu saya maju pada pemilihan kepala daerah, guna memperbaiki ketertinggalan kabupaten Bangka, " jelas Rustam Jasli.
Dia menambahkan jika terpilih memimpin daerah ini akan bergerak membangun dari pinggiran, yaitu membangun dari pedesaan kekota. Karena anggarannya tidak besar. Seperti membangun jembatan, jalan antara kampung, sehingga akses warga ke kebun lancar serta memudahkan warga pedesaan gampang menjangkau kota, "Akan saya bangun 8 pilar bisnis per kecamatan. Sesuai dengan karakter setiap desa masing-masing skala kecil, seperti pengolahan hasil buah nanas dan seterusnya sesuai yang dihasilkan di desa, " tutur Rustam Jasli.
Menanggapi persiapan maju pada pemilihan kepala daerah? Rustam Jasli mengatakan dirinya sudah mendaftar di partai NasDem, Demokrat, Golkar dan PDI-Perjuangan. Tapi komunikasi intens di NasDem dan Demokrat, karena dirinya memang kader partai Demokrat sewaktu di Kalimantan dan pernah menjabat anggota DPRD. Diakui memang sulit loby loby partai, kalau belum tahu pasangannya, "Apakah maju sebagai bacalon bupati, atau sebagai bakal calon wakil bupati, saya serahkan keputusannya ke partai NasDem. Bacalon bupati lebih siap, bacalon wakil bupati juga siap, " tegasnya.
Dikatakan juga, bahwa pasangan yang diinginkan adalah sosok yang memiliki gagasan yang sama serta bisa merangkul semua lapisan kalangan. Pada dasarnya harus kerja keras bupati dan wakil bupatinya. "Pastinya saya maju pada pemilihan kepala daerah ulang Bangka, tidak sekedar asal maju. Tapi melalui proses pemikiran yang matang. Jadi tidak ada kata kalah, namun menang, menang, menang," pungkasnya. (eru)