ACEH SINGKIl, Zonamerdeka.com - Proyek Pekerjaan Spam Jaringan Perpipaan Desa, Sebesar Rp. 998.035.000,- di Desa Perangusan Kecamatan Gunung Meriah Kabupaten Aceh Singkil. Diduga tidak Sesuai Spesifikasi dan terancam gagal di Pekerjaan.
Ketika Media zonamerdeka.com Mengkonfirmasi, Terkait mengenai proyek pekerjaan itu ke salah seorang pekerja di lapangan yang tidak mau menyebutkan namanya. Ia mengatakan bahwa proyek ini adalah pekerjaan intek, ucapnya.
Beberapa menit kemudian, Kordinator yang tadinya berada di lapangan itu, Secara tiba - tiba menghilang begitu saja, meninggalkan lokasi pekerjaan tersebut, Setelah awak media ini melihat objek proyek yang berada dibawah dekat pinggiran sungai Cinendang.
Bahkan, Didalam Papan Plang Proyek juga tidak tertulis adanya masa hari pekerjaan. Hanya ada tentang Surat Perjanjian Kerja (SPK) dengan nomor kontrak : 602/71/SP2KP/DAK/ Reguler/VI/2022 tahun ini.
Padahal, Mulai kontrak sejak 06 Juni tahun 2022 dengan biaya kontrak sebesar nominal, Rp. 998.035.000,- oleh penyedia CV. Samudra.
Tampak di lokasi puluhan besi, terlihat dimuat kembali oleh para pekerja, Saat ditanya kepara pekerja yang masih tinggal di lokasi pekerjaan, Katanya, Besi ini akan kita bawa kembali. ujarnya.
Menurut, Pantauan media ini, Saat berada di lokasi proyek. terlihat adanya semacam pembuatan Bak dengan cor semen, yang telah tergenangi air di tebing dekat Sungai Cinendang di Kecamatan Gunung Meriah.
Terpisah, Saat dikonfirmasi ke Kepala Dinas PUPR Aceh Singkil, Erwinsyah Mengatakan, Tentu kontraktornya yang paling bertanggungjawab. " Adalah sebagai mana tertulis di Papan Plang Proyek, CV. Samudera, Mengenai untuk kegiatan SPAM ini," ujarnya.
Sedangkan, Pekerjaan item sumur intakenya ini, tidak dibayarkan. Sedangkan item pekerjaan yang lain disesuaikan dengan Rencana Anggaran Biaya, pungkasnya.
Namun, Seberapa yang bisa dikerjakan oleh rekanan ini tetap dibayar pekerjaannya. Seperti, Sambungan rumah (SR), tentang pengadaan pompa sentrifugal dan sumersibel. Kegiatan ini rencananya bahkan akan diputus kontrak, tegasnya.
Sakdam Husen

