Fakfak

Tim Malaria Center bersama KKP Jaga Pertahanan Malaria di Kabupaten Fakfak

Oleh admin11/08/2022 03:21:00 PM

 


Fakfak, Papua Barat, zonamerdeka.com – Malaria masih menjadi ancaman kesehatan masyarakat di Kabupaten Fakfak, Papua Barat. Pada tahun 2017, Kabupaten Fakfak bahkan menempati urutan kedua dengan kasus malaria tertinggi di provinsi tersebut. Melihat kenyataan tersebut, Dinas Kesehatan Kabupaten Fakfak menghadirkan inovasi Bela Kaca (Bebas Malaria Kampung Bercahaya).




"Program ini memerangi malaria dari kampung ke kampung dengan melibatkan semua pihak dalam wadah Malaria Center," jelas Ibu Nani Sri Untari, SKM selaku Kepala seksi pencegahan dan pengendalian penyakit menular saat di temui Wartawan di ruang Kerja pada Selasa siang (8/11/2022) wit mengatakan. 


Inovasi ini dilakukan dengan strategi menyerang dan bertahan. Menyerang dilakukan pada kampung yang memiliki lima atau lebih kasus malaria dalam kurun waktu dua bulan, dan dijalankan secara intensif hingga kasus menjadi nol. Strategi bertahan dilakukan bila tidak ada kasus malaria, maka dilakukan secara ketat. Jika ditemukan kasus, maka dilakukan metode 1-2-5.


Metode 1-2-5 adalah pada hari pertama dilakukan pemeriksaan, pengobatan, hingga notifikasi kasus ke tingkat yang lebih tinggi. Mulai hari kedua hingga keempat, dilakukan penyelidikan epidemiologi, dan pada hari kelima dilaksanakan penanganan sesuai hasil epidemiologi.


Inovasi tersebut juga selaras dengan visi dan misi Bupati Fakfak untuk mendukung eliminasi malaria di Kabupaten Fakfak pada tahun 2023. Bela Kaca ini nyatanya telah memberikan penurunan yang signifikan pada jumlah kasus malaria di Kabupaten Fakfak, dan berhasil masuk di TOP 45 Inovasi Pelayanan Publik Tahun 2020. 


 Dari 1.743 kasus malaria, pada tahun 2019 telah berkurang menjadi 106 kasus di Tahun 2021 dan sebanyak 111 kampung kini telah bebas penularan malaria.


"Kampung yang bebas malaria akan berdampak langsung kepada masyarakat, seperti meningkatnya efektivitas kerja dan juga kecerdasan anak," ujarnya.


Namun sampai saat ini,  masih terdapat kasus penularan setempat disebabkan masih ada daerah reseptif dan masih adanya penularan kasus import dari daerah endemis tinggi malaria.


 Malaria Center sebagai wadah menghimpun dan menggerakkan, serta mengkoordinasikan segenap potensi dan sumber daya, untuk memperkuat pelaksanaan inovasi program pengendalian malaria, mewujudkan  Program Bebas Malaria Kampung Bercahaya (Bela Kaca) menuju Fakfak TERSENYUM.


Menyikapi akan adanya peningkatan mobilisasi masyarakat dari daerah endemis malaria khususnya  dari Timika menjelang HUT Fakfak tanggal 16 November 2022,  maka Tim Malaria Center Kabupaten Fakfak bersama KKP Fakfak, memandang penting untuk melaksanakan surveylance migrasi malaria dan penyebarluasan informasi malaria. Strategi bertahan untuk mencegah terjadinya penularan kasus import malaria diperlukan peran semua pihak untuk dapat menghimbau pelaku perjalanan tersebut mengikuti SOP wajib skrening malaria di posko kesehatan yang ditetapkan kemudian.  


(Amatus Rahakbauw)

Baca Juga: Fakfak