Jember

UMC UNEJ Gandeng PKBI Jember Periksa Warga Binaan Lapas Jember

Oleh admin10/07/2022 06:18:00 AM

 

Jember, Unit Medical Center (UMC) Universitas Jember gelar aksi kemanusiaan dalam rangka Penyuluhan Kesehatan Reproduksi dan Pemeriksaan Kesehatan bagi para Warga Binaan Perempuan pada Kamis pagi (6/10/2022) di Lembaga Pemasyarakatan 2A Jember.  Sebanyak 25 orang Warga Binaan yang berada di Blok Wanita tersebut bergiliran mendapatkan layanan pemeriksaan kesehatan dan aksi tersebut menggandeng Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Cabang Jember.



UMC Universitas Jember menurunkan sedikitnya 4 orang tenaga kesehatan dan 4 orang Kader Mahasiswa Kesehatan Alat Reproduksi untuk memberikan layanan kesehatan berupa pemerikasaan kesehatan bagi para warga binaan lapas dan penyuluhan tentang pentingnya menjaga alat reproduksi guna untuk mencegah berbagai penyakit pada warga lapas tersebut.



Direktur Eksekutif PKBI Cabang Jember, M. Nur Khamid, S.K.M.,M.Kes. dalam wawancaranya mengatakan, Pentingnya kegiatan penyuluhan yang diberikan kepada para warga binaan tersebut untuk mensosialisasikan tentang bagaimana cara yang baik dan benar dalam menjaga reproduksi wanita selama berada sel tahanan, karena diketahui banyak faktor penyakit seperti HIV, Asma, penyakit kulit yang ditemukan didalam lapas. 



“Perilaku warga lapas juga rentan akan penyakit, sebab di lapas situasinya sangat terbatas dan sangat beresiko, seperti penggunaan air bersih dan alat pembersih untuk kepeluan sehari-hari, misalnya cara membersihkan vagina mereka agar tidak terkontaminasi penyakit dan yang menjadi focus kami juga kondisi mereka ketika masuk Lapas dengan berbagai permasalahan dan pendidikan mereka banyak yang hanya lulusan SD bahkan tidak sekolah, dengan demikian pengetahuan tentang penyakit alat reproduksi sangat minim,” katanya.


Dirinya juga menjelaskan, kegiatan tersebut dalam rangka membantu pemerintah utamanya di sector kesehatan sehingga permasalahan ini memerlukan bantuan semua pihak agar ketika para warga binaan Lapas tersebut ketika mereka keluar dari Lapas sudah mempunyai bekal dan mencegah menyebaran penyakit. “Tidak hanya penyuluhan ada pemeriksaan kesehatan yang diataranya pemerikasaan darah, Pemberian Vitamin, suplemen kesehatan dan konsultasi terkait penyakit yang telah diderita para narapidana wanita.” jelasnya. 


Dirinya menambahkan, Program PKBI tidak hanya monitoring ketika manjadi warga binaan Lapas akan tetapi jaringan yang telah di bentuk diberbagai wilayah melakukan menotoring para mantan warga binaan lapas ketika keluar atau bebas. “sekalipun kita punya data mereka, mereka rata-rata menghilang, namun khusus mereka yang terjangkit HIV kami pantau secara rutin, terkait perilaku mereka misalnya ketersediaan obat-obatan yang harus mereka konsumsi,” imbuhnya.

Kasi Pembinaan dan Pendidikan, Hendri Astromino, saat di temui tim Humas Universitas Jember di ruang kerjanya mengatakan sangat mengapresiasi penyuluhan bagi warga binaannya yang di laksanakan oleh UMC Universitas Jember dan PKBI Cabang Jember, sebab warga binaan Lapas 2A perlu banyak sentuhan dari berbagai pihak baik sisi kesehatan ataupun yang lainnya.


“Kegiatan ini sangat membantu permasalahan yang ada di lapas kami, misalkan jika ada warga lapas yang perlu kita rujuk maka akan kita rujuk, karena disini sangat komplek dan lapas ini sudah over kapasitas, banyak ruangan yang penuh dan sesak ditambah mereka yang merokok sehingga banyak dari mereka yang sesak ISPA serta kebersihan mereka juga kurang terjaga yang mengakibatkan banyaknya penyakit kulit yang diderita para penghuni lapas,” ungkapnya.


Lalu dirinya seringkali melakukan pengecekan dan memberikan teguran kapada para penghuni lapas agar selalu menjaga kebersihan agara kesehatan mereka bisa terjaga. “kerena kebutuhan biaya rumah sakit sangat terbatas, maka dari itu adanya kegiatan yang dilakukan UMC UNEJ dan PKBI ini sangat membantu kami dalam mengurangi atau mencegah penyakit yang berpotensi pada warga lapas ini,” katanya.


Dirinya mengungkapkan kapasitas Lapas Kelas 2A yang seharusnya hanya 390 orang saat ini sudah lebih 1047 orang, lebih dari 300 persen. Makanya keadaan di dalam lapas sangat berjubel, konteks permasalahan sangat kompleks baik penyakit dan rawan terjadi gesekan antar penghuni Lapas.


“Sejauh ini khusus untuk narapidana dewasa kita pisahkan dengan Narapidana anak, Perempuan dan Lansia, mereka nantinya di pindah di rutan yang memenuhi syarat, misalkan di Malang dan sedangkan anak di Blitar, untuk sementara di Lapas Jember kita pisahkan di blok A untuk anak antisipasi agar tidak terjadi pemikiran-pemikiran anak tersebut di lecehkan atau di doktrin ketika mereka keluar malah lebih nakal lagi,” katanya.


Dirinya berharap adanya tindak lanjut kerjasama Lembaga Pemasyarakatan kelas 2A Jember ini dengan UMC Universitas Jember yang di kuatkan deng MoU sehingga mereka dapat merasakan sentuhan dari Universitas Jember. 


Ton/humas universitas jember 



Baca Juga: Jember