Bangka

Warga Tionghoa Lubuk Kelik Sungailiat Gelar Sembayang Rebut

Oleh admin8/11/2022 07:04:00 PM

 


Bangka, zonamerdeka.com - Seperti halnya  para warga Tionghoa di Kabupeten Bangka melaksanakan ritual Sembayang Rebut. Begitu juga dengan masyarakat di Kelurahan Lubuk Kelik Kecamatan Sungailiat Kabupaten Bangka.


Menurut Ketua Kelenteng Sempurna Jaya Kelurahan Lubuk Kelik Sungailiat, Bun Sun Khiong mengatakan terkait ritual Sembayang Rebut  atau Cit Ngiat Pan diperingati setiap bulan tujuh Imlek oleh masyarakat Tionghoa dan sudah rutin setiap tahun diselenggarakan masyarakat Lubuk Kelik.Kamis (11/8/2022).




Perayaan tradisi Sembayang Rebut, mulai pagi hari ini (Kamis-red), masyarakat Thionghua menyiapkan berbagai hidangan, baik itu lauk pauk, kue, minuman dan buah-buahan dan kemudian melakukan ritual sembayang  di kelenteng. Tetapi selain itu ada juga masyarakat yang melakukan ritual sembayang dirumah masing-masing. Melaksanakan sembanyang sebagai tanda penghormatan kepada para leluhur mereka, seperti orang tua, kakek, nenek." ujar Ketua Pengurus Kelenteng Sempurna Jaya Kelurahan Lubuk Kelik Sungailiat, Bun Sun Khiong yang biasa dipanggil Akhiong kepada wartawan 



Dikatakan Akhiong, selanjutnya akan dilaksanakan acara puncak Sembayang Rebut, malam (12/8/2022) di halaman Kelenteng Sempurna Jaya Lubuk Kelik ini.Sebelum, acara puncak sembayang rebut, nantinya disiap berbagai macam sesajian berupakan daging, berbagai buah-buhan, sayuran, macam- macam jenis kue, minuman dan lainya. setelah dilakukan ritual kemudian sajian tersebut akan diperebutkan oleh masyarakat yang hadir pada malam itu.


Kita juga mempersiapkan makanan serta minuman dan lainya, untuk para tamu dan masyarakat, juga ada hiburan musik yakni orgen tunggal untuk menghibur masyarakat yang datang ke Kelenteng menyaksikan malam puncak Sembanya Rebut.” kata Akhiong. 


Ditambahkan Akhiong, dan esokan harinya, pihak pengurus Kelenteng Sempuran Jaya akan melaksanakan bakti sosial, yakni membagikan beras kepada seluruh masyarakat yang ada di Lingkungan Kelenteng dan sekitar, beras yang dibagikan merupakan hasil sumbangan para donatur.


Harapan kita melalui kegiatan ritual Sembayang Rebut atau Cit Ngiat Pan merupakan pelestarian trasidi dan budaya masyarakat Tionghoa yang dilaksanakan secara turun temurun hingga saat ini. 


Sedangkan untuk biaya dari Sembayang Rebut berasal dari swadaya masyarakat di sekitar Kelurahan Lubuk Kelik.

Kegiatan ritual ini, bagian dari pembinaan bagi masyarakat Tionghoa agar tetap bersatu, rukun dan menjaga keharmonisan antar umat beragama di daerah ini," terangnya. (WAWAN)

Baca Juga: Bangka