ZONAMERDEKA.COM-Wilayah Kecamatan Ukui tepatnya di Desa Lbk. Kembang Bunga menjadi salah satu penyumbang asap saat bencana Karhutla terjadi di tahun 2019 lalu.
Karhutla sendiri dapat terjadi karena adanya dua faktor, yakni faktor alam dan faktor manusia. Faktor alam adalah perubahan iklim dan minimnya curah hujan atau kemarau panjang dan lain-lain, sedangkan faktor manusia yakni ulah manusia yang membuka lahan atau melakukan perambahan dengan cara membakar, kelalaian dan lain sebagaianya.
Untuk itu Kapolsek Ukui Iptu Tatit Rizkyan Hanafi S.T.K.,S I.K berserta jajaranya intens melakukan pencegahan dengan cara patroli di tempat-tempat bekas terjadinya karhutla, maupun tempat-tempat lainya yang rawan karhutla seperti hari ini patroli dilaksanakan didesa Lubuk Kembang Bunga, Kamis (04/8/2022).
Kapolsek menuturkan, pihaknya melaksanakan patroli bersama pihak TNTN, dan MPA Desa Lubuk Kembamg Bunga dengan sasaran tempat-tempat bekas lahan terbakar di tahun lalu, dan tempat-tempat yang dianggap rawan terbakar.
Secara umum sasaran kegiatan itu adalah masyarakat sekitar dengan berbagai latar belakang, Mulai dari petani, nelayan hingga penjerat burung sekalipun untuk kita berikan edukasi tentang menjaga bersama hutan / lahan kita dari bencana karhutla.
“Kami bersama pihak TNTN memberikan sosialisasi kepada masyarakat tentang bahaya Karhutla dan dampaknya jika itu sampai terjadi,” kata Kapolsek menambahakan.
Dia juga mengingatkan agar jangan membuang puntung rokok sembarangan apalagi saat memancing di hutan atau lahan, karena dampaknya akan sangat berbahaya apalagi saat musim panas seperti sekarang ini.
Kapolsek berpesan, apabila ada warga atau masyarakat yang melihat, mengetahui bahkan menjadi korban karhutla, agar segera melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian atau bhabinkamtibmas yang ada di masing-masing desanya, agar dapat kita ambil tindakan secepat mungkin. tutup kapolsek