Bangka

Mulkan, Penyerapan Dana Desa Apakah Sudah Berjalan Dengan Baik Atau Belum

Oleh adminThursday, August 04, 2022

 


Bangka, Zonamerdeka.com - Rapat pelaksanaan  Evaluasi APBDES semester I tahun anggaran 2022, untuk Desa Rebo dan Kelurahan Sungailiat, di buka Bupati Bangka Mulkan S.H MH di Aula Kantor Camat Sungai8liat Kabupaten Bangka Kamis (4/8/2022).


Turut hadir dalam pelaksanaan tersebut Kepala Dinas Pemberdayaan dan Masyarakat Desa Kabupaten Bangka, Drs. M Dalyan Amrie; Camat Sungailiat, Ramzi, Perwakilan Inspektorat Kabupaten Bangka, Sekertaris Kecamatan Sungailiat  M.Ridwan Kepala Desa Rebo serta aparatur Kelurahan Sungailiat.


Bupati Bangka Mulkan dalam sambutan kegiatan rapat pelaksanaan  Evaluasi APBDES semester I tahun anggaran 2022 perlu dilakukan dalam rangka memantau penyerapkan APBDes dalam dilaksanakan sebaik mungkin.


Perlunya evaluasi ini, harus dilakukan untuk mengevaluasi terkait dengan penyerapan dana desa, apakah telah berjalan dengan baik atau belum, apa yang menjadi masalah sehingga bisa kita lihat bersama, jangan sampai penyerapan dana desa ini, belum tercapai dengan baik, sesuai aturanya.” jelas Bupati Bangka Mulkan.


Mulkan berharap, kepala desa, serta aparaturnya harus  saling bekerjasama dengan baik, untuk  menjalankan roda pemerintahan di desa serta meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Sebagai aparat desa sudah menjadi tugas kita memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, bukan sebaliknya minta dilanyani masyarakat.” ujar Mulkan. 

 


Sedangkan Camat Sungailiat, Ramzi mengatakan seperti diketahui keberadaan desa Rebo merupakan satu-satunya desa yang ada di Kecamatan Sungailiat dan terdiri dari tiga dusun serta 15 RT. Pada saat ini desa Rebo sebelumnya berstatus sebagai desa swadaya dan kemudian ditetapkan sebagai desa maju. 


Pada saat ini realisasi APBDes desa Rebo, sebesar 38,97 persen. Sedangkan realisasi BLT, pada tahun 2022,mengakomodir sebanyak 106 kepala keluarga, sedangkan dana Covid-19 dianggarkan sebesar Rp 76 juta lebih. Dana Covid -19 ini menjadi satu dilema, disatu sisi dapat digunakan untuk keperluan lainya, namun karena sudah menjadi ketentuan, hingga tetap dianggarkan, dengan realisasi kurang lebih sebesar Rp 5 juta rupiah.” terang Ramzi. 


Lanjut Ramzi, untuk pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat realisasinya masih nol, namun sekarang masih dalam proses pertangung jawaban, pada bulan Juli telah dilaksanakan untuk pemberdayaan masyarakat melalui kegiatan pelatihan masyarakat sekitar Rp 60 juta. Dan juga keikut sertaan pelaksanaan Bangka Expo sebesar Rp 19 juga, dan itu belum dimasukan dalam realisasi, karena masih dalam proses pertangung jawaban.

Sedangkan untuk target realisasi Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) di desa Rebo tahun 2022, sudah mencapai 28 persen. 


Dijelaskan Ramzi,  sekarang banyak sekali tempat wisata pantai maupun wisata relegi yang baru di desa Rebo yang merupakan potensi desa.

Hal itu ditindak lanjuti pemerintah desa dengan melakukan MOU atau kerjasama, seperti dengan pihak pengelola pantai baru, yang dinamakan pantai Ketak. Dan juga bekerjasama dengan HKM Mutiara Timur Pagoda Nusantara.” tutupnya.


  (WAWAN)

Baca Juga: Bangka