Ambon, zonamerdeka.com -- Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Maluku Muhammad Malawat angkat bicara terkait mandeknya Pembangunan Lumbung Ikan Nasional (LIN) dan Ambon New Port (ANP).
Muhammad Malawat menjelaskan terkait isu-isu lumbung ikan nasional dan ambon new port yang akan dilaksanakan di Maluku pada kamis (21/4/2022) diruang kerjanya.
Sebelumnya, diketahui bahwa alasan belum berjalannya proyek pembangunan Lumbung Ikan Nasional (LIN) dan Ambon New Port (ANP) ini karena adanya gunung api aktif.
Selain itu adanya penyebaran ranjau-ranjau dari sisa Perang Dunia II disekitar lokasi sehingga bisa mempengaruhi proyek tersebut.
Dikutip dari akun resmi Diskominfo Maluku, Malawat menjelaskan terkait isu baik untuk ranjau yang ditemukan di daerah depan Waai, serta disinyalir adanya gunung api yang tidak jauh dari lokasi, maka masih sementara dilaksankaan kajian kelayakan pembangunan .
Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Maluku Muhammad Malawat menjelaskan bahwa, "untuk ranjau sendiri dari pihak angkatan laut bersedia membantu untuk menjinakan ranjau tersebut. sementara untuk gunung api sendiri posisinya itu berada di daerah Manipa yang jauh dari desa Waai, sehingga menurut prakiraan tidak terlalu mengganggu Ambon New Port, apalagi pada kawasan tersebut juga merupakan kawasan pelabuhan-pelabuhan," tegas Malawat.
Malawat menjelaskan, bahwa rencana Ambon New Port akan dibangun di Desa Waai dengan luasan 200 hektar, dan sudah dipikirkan untuk akses masuk, dan jalan yang akan melintasi lokasi lumbung ikan nasional, serta sudah disiapkan transportasi yang langsung menghubungkan pelabuhan dengan bandara pattimura jika ada rencana ekspor direct flight," tutup Malawat.
Anry Manaary